Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Tragedi Berdarah di Monang-Maning

Ibu Korban Masih Shock, Budiarsana Jadi Tulang Punggung Keluarga

23 Juli 2021, 19: 37: 47 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Ibu Korban Masih Shock, Budiarsa Jadi Tulang Punggung Keluarga

RUMAH DUKA : Suasana di rumah duka korban Gede Budiarsana di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan,  Singaraja, Jumat (23/7) sore.  (istimewa)

Share this      

KUBUTAMBAHAN, BALI EXPRESS-Suasana duka begitu terasa di rumah korban Gede Budiarsana, 34, di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, mulai berdatangan pada Jumat (23/7) malam. Sejumlah kerabat mulai berdatangan untuk mempersiapakan kedatangan jenazah korban yang hingga pukul 19.30 Wita masih berada di RSUD Sanglah.

Benny Wandana, salah seorang kerabat korban masih tidak percaya jika mendiang Gede Budiarsa meninggal dengan cara mengenaskan. Menurutnya, korban adalah sosok pekerja keras yang kini menjadi tulang punggung keluarga.

Terlebih, korban memiliki tiga orang anak yang kini menjadi tanggungannya. “Semua keluarga merasa kehilangan. Beliau juga merupakan tulang punggung keluarga. Apalagi berasal dari keluarga kurang mampu,” ujar Benny kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Jumat (23/7) malam.

Baca juga: Sekitar 50 Ton Ikan di Danau Batur Mati karena Semburan Belerang

Korban Tew4s di Monang-Maning Ternyata Tulang Punggung Keluarga (Istimewa)

Dikatakan Benny, Ibu korban, Nyoman Srimini masih sangat shock atas musibah yang menimpa anak bungsunya ini. Pihak keluarga pun saat ini belum bisa memastikan kapan korban akan dikremasi. “Kami masih menunggu kedatangan jenazahnya. Pak Mekel dan utusan keluarga juga sudah menyusul ke Denpasar untuk menjemputnya,”singkatnya.

Terpisah, Mekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan jika korban Gede Budiarsana adalah warganya.  Pihaknya pun langsung menuju ke RSUP Sanglah, Denpasar.

“Benar (korban Gede Budiarsana) warga tiang. Ini masih di Rumah Sakit (Sanglah). Belum dipastikan kapan dipulangkan (Kubutambahan) karena menunggu keputusan keluarga,” jelasnya.

Dikatakan Pariadnyana, korban saat ini memang bekerja di Denpasar sebagai Security. “Memang sering pulang (ke Kubutambahan) juga, Karena kan kondisi Covid-19. Yang bersangkutan ini kerja sebagai security,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya pertikaian berdarah diduga terjadi di kawasan simpang Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Monang-Maning, Denpasar Barat,Jumat (23/7). Akibatnya satu orang bernama Gede Budiarsana, 34, tewas ditebas dengan parang. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP