Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Ketersediaan Oksigen di Bali untuk Pasien Covid-19 Sudah ‘Lampu Merah’

23 Juli 2021, 20: 14: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ketersediaan Oksigen di Bali untuk Pasien Covid-19 Sudah ‘Lampu Merah’

OKSIGEN: Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat memberikan sambutan pada kegiatan vaksinasi di di Plaza Renon, Denpasar, Jumat (23/7). (Rika Riyanti/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pasca lonjakan kasus, ketersediaan oksigen untuk penanganan pasien Covid-19 sudah ‘lampu merah’ di Bali. Hal ini disebabkan tak cukup memadainya produksi di Indonesia saat ini. Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

“Mohon maaf oksigen juga sudah lampu merah di Bali. Tolong hindari sakit ini karena tidak semua obat kita bisa siapkan, oksigen terutama agak susah sekali. Karena memang tidak kesalahan di Pemerintah Provinsi, memang target produksi Indonesia tidak cukup memadai,” ujar Wagub yang akrab disapa Cok Ace itu saat kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk sektor jasa keuangan di Plaza Renon, Denpasar, Jumat (23/7).

Kendati tidak menyebutkan angka pasti kebutuhan dan ketersediaan oksigen di Bali, Cok Ace mengakui bahwa kebutuhan di Bali memang cukup banyak. Dia pun mengatakan, untuk antisipasi kebutuhan oksigen yang cukup banyak, pihaknya memesan 50 ton tetapi hanya memperoleh 25 ton. “Jadi kita seleksi yang betul-betul memerlukan dan yang tidak terlalu memerlukan kita tunda, yang prioritas kita berikan,” jelasnya.

Baca juga: Ibu Korban Masih Shock, Budiarsana Jadi Tulang Punggung Keluarga

Di rumah sakit, imbuh Cok Ace, oksigen rata-rata dipakai oleh pasien Covid-19 yang dirawat. Sementara yang menjalani perawan di rumah atau isolasi mandiri (isoman) jarang yang menggunakan oksigen, sebab dianggap masih mengalami gejala biasa. “Jadi itulah kita prioritaskan untuk kebutuhan yang memang diisolasi-isolasi di rumah sakit itu. Apalagi yang di ICU memang memerlukan tekanan tinggi di sana,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pos Koordinasi Penyediaan Oksigen Medis untuk Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra mengaku, dalam dua minggu terakhir ini kebutuhan oksigen di Bali memang meningkat lantaran adanya lonjakan kasus Covid-19. Dari kebutuhan seminggu 50 ton, meningkat menjadi 51 ton per hari. “Biasanya kebutuhan seminggu 50 ton, sekarang justru sampai 51 ton per hari. Karena itu telah dibentuk Satgas Penanganan Oksigen Provinsi Bali,” katanya.

Adapun tugas tim adalah untuk memonitor kebutuhan rumah sakit. Dari alokasi oksigen yang diusulkan oleh pihaknya distribusikan kepada rumah sakit yang paling membutuhkan. Demi kelancaran pengiriman, pihaknya pun dibantu Polda Bali untuk pengawalan dari Pelabuhan Gilimanuk sampai ke rumah sakit tujuan.

Selain itu, menurut Anggota Pos Koordinasi Penyediaan Oksigen Medis untuk Penanganan Covid-19, I Made Rentin mengungkapkan, oksigen untuk Bali didatangkan dari sejumlah perusahaan. Oksigen paling utama didatangkan dari PT Samator atau Samabayu Mandala.

Sementara beberapa perusahaan lainnya yang juga memasok oksigen ke Bali seperti PT Aneka Gas, UD Sri Murti Oksigen, PT Udiana Bina Gas Industri, PT Bali Oksigen Semesta, CB Himalaya Gasindo, CV Sembing Raya dan PT Muda Karya Medika. “Utamanya (dari) PT Samator. Penyanding ada beberapa seperti BIG (PT Bayi Inti Gasindo) dan lain-lain. Beberapa rumah sakit langsung ke perusahaan tersebut,” bebernya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP