Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tiang Provider Semrawut, Desa Kutuh Ancam Ambil Tindakan Tegas

23 Juli 2021, 20: 19: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tiang Provider Semrawut, Desa Kutuh Ancam Ambil Tindakan Tegas

RAPAT: Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung menggelar rapat dengan perusahaan pemilik ISP untuk mengangani kabel semrawut, beberapa waktu lalu (Istimewa)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung meminta pemilik tiang Internet Service Provider (ISP) untuk berkoordinasi dengan pihak desa. Hal itu dilakukan karena pemasangan tiang ISP di desa setempat dinilai sudah mengganggu estetika. Pihak desa pun memberikan batas waktu hingga September 2021. Jika tidak melakukan koordinasi maka tiang-tiang ISP tersebut akan dicabut.

Perbekel Kutuh Wayan Mudana saat dikonfirmasi mengaku masih menunggu itikad baik dari 5 pemilik tiang usaha ISP tersebut untuk diajak berkoordinasi dalam upaya penataan estetika wilayah. Dari undangan pertemuan yang digelar pada Jumat (16/7) lalu, di Kantor Desa Kutuh, sejumlah pengusaha mangkir tanpa alasan jelas. “Kami masih berikan waktu selama 2 kali pemanggilan lagi. Rencananya awal Agustus kami layangkan panggilan kedua. Jika mereka masih belum datang, pertengahan Agustus kami layangkan pemanggilan ketiga. Jika mereka tetap tidak datang, maka bulan September kami tidak segan-segan untuk melakukan pencabutan. Sebab mereka sama artinya tidak ada itikad baik dalam hal menjalin komunikasi dengan desa,” ujar Mudana, Jumat (23/7).

Mudana menganggap, selama ini tiang ataupun kabel milik perusahaan tersebut dipasang sembarangan dan membuat estetika wilayah menjadi semrawut. Karena itu, penataan kembali terhadap tiang dan kabel yang ada di Kutuh dirasa perlu diakukan. Tentunya atas dasar kesepahaman bersama dengan pengusaha terkait. “Dari pertemuan sebelumnya dari 13 usaha yang ada, baru 8 usaha yang hadir dan telah bersepakat. Sedangkan 5 usaha lainnya belum datang memenuhi undangan,” ungkap Mudana.

Baca juga: Bupati Mahayastra Sampaikan Jawaban Atas PU Fraksi DPRD Gianyar

Jumlah tiang ISP di Desa Kutuh diakuinya cukup banyak. Bahkan pihaknya menyebutkan, dalam 1 lokasi, terdapat 6 tiang berbeda milik masing-masing provider. Karena itu pengurangan jumlah tiang menjadi hal yang didorong guna menata estetika kawasan. Termasuk melalui komunikasi antarpengusaha agar dilakukan pendirian tiang bersama. Sehingga jumlah tiang bisa berkurang, namun provider bisa menjadikan tiang itu menjadi utilitas bersama.  “Sebenarnya kan bisa saja satu tiang itu dimanfaatkan oleh beberapa provider. Bukan seperti sekarang, masing-masing provider mendirikan tiang. Dalam satu titik, idealnya cukup terpasang 1 hingga 3 tiang saja,” jelasnya.

Momen tersebut sekaligus dimanfaatkan pihaknya untuk melakukan pendataan. Sebab selama ini pihak pemilik tiang tidak pernah berkoordinasi dengan aparat terbawah sebelum memasang tiang.

Ia berharap pada tahun 2022 nanti, tata perwajahan Desa Kutuh bisa menjadi lebih baik. “Kami tidak segan-segan melakukan sesuatu sesuai kewenangan yang kami miliki. Karena ini adalah demi kebaikan desa. Apalagi kami dilindungi oleh aturan yang ada di desa,” pungkasnya. (esa)

(bx/wan/man/JPR)

 TOP