Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Subagiada Berharap Bantuan Pemkab Badung Tak Hanya Uang dan Sembako

23 Juli 2021, 20: 46: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Subagiada Berharap Bantuan Pemkab Badung Tak Hanya Uang dan Sembako

Made Subagiada (Istimewa)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Setelah diperpanjang, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lebih longgar dari sebelumnya. Hal ini pun menambah ruang gerak  masyarakat. Namun dengan adanya kelonggaran ini masyarakat diminta tidak lengah.

Seorang tokoh masyarakat Jimbaran Made Subagiada mengatakan, kelonggaran ini dianggap memberikan ruang gerak bagi masyarakat untuk menggerakkan perekonomian. Walaupun sedikit kelonggaran ini belum mampu meningkatkan taraf perekonomian yang anjlok karena pandemi Covid-19. “Memang dalam aturan PPKM saat ini, aktivitas masyarakat masih dibatasi. Tapi sudah ada sedikit kelonggaran yang diberikan dibanding sebelumnya. Hal ini tentu memberikan sedikit ruang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya, Jumat (23/7).

Walaupun ada kelongggaran, Subagiada meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan harapan dapat menekan penularan Covid-19, sehingga pariwisata internasional bisa cepat dibuka. “Saya berharap agar kasus Covid-19 bisa turun drastis, sehingga tanggal 27 Juli pariwisata bisa kembali dibuka secara perlahan, dengan menerapkan prokes yang ketat,” harapnya.

Baca juga: Tiang Provider Semrawut, Desa Kutuh Ancam Ambil Tindakan Tegas

Menurutnya, dalam kondisi pandemi ini memang diperlukan effort yang besar untuk menggerakkan ekonomi. Ia pun mengapresiasi kebijakan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang telah membatu memberikan Bantuan Lansung Tunai (BLT) kepada masyarakat. Namun ia juga berharap agar bantuan yang diberikan secara berkelanjutan selama pandemi Covid-19. “Kami harap bantuan itu bukan hanya berupa uang dan sembako. Tapi hal yang bisa menggerakkan dan menjadi potensi perekonomian bagi masyarakat. Baik itu menyangkut SDM, alat, prasarana, networking dan sebagainya. Dengan demikian, maka ketergantungan akan pariwisata bisa dikurangi, dan sektor primer bisa tergarap maksimal," tandasnya. (esa)

(bx/wan/man/JPR)

 TOP