Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Tragedi Berdarah Perlahan Terkuak

Motor Dicegat di Kuta, Dikeroyok Debt Collector Hingga Berujung Maut

23 Juli 2021, 20: 53: 33 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Motor Dicegat di Kuta, Dikeroyok Debt Collector Hingga Berujung Maut

POLICE LINE: Kantor debt collector Mata Elang, tempat awal keributan berujung maut dipasangi police line, Jumat (23/7) (I Gede Paramasutha/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tragedi berdarah yang melibatkan  kelompok debt collector Mata Elang hingga menewaskan Gede Budiarsana, 34, Jumat (24/7) terkuak sedikit demi sedikit. Orang yang bersama korban saat insiden di Simpang Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Tegal Harum, Denpasar itu, ternyata adalah kakaknya berinisial DH.

DH sempat menjelaskan kronologi dia dan sang adik hingga sampai terlibat pertengkaran dengan salah seorang kerabatnya, yang tak ingin disebutkan namanya. 

Ia mengaku awalnya ditemui dan dihentikan oleh anggota debt collector di Kuta saat melintas menggunakan motor Yamaha Lexi. "Anggota debt collector itu menagih pembayaran motor yang disebutkan macet," ujar kerabat kakak korban.

Baca juga: Pelaku Utama Penebas Budiarsana Hingga Tewas Ditangkap

Begini Pengakuan Korban Bentrok di Monang-Maning (I Gede Paramasutha/Bali Express)

Keduanya yang berboncengan itu, lanjutnya, diajak menyelesaikan masalah di markas Mata Elang di Jalan Gunung Patuha, Denpasar. Keduanya, kakak adik itu mengikuti ajakan tersebut. Setibanya di lokasi, mereka sudah ditunggu oleh beberapa orang anggota debt Collector Kelompok Mata Elang yang pada intinya akan menarik motor.

“Kedua korban ini juga sempat jadi debt collector sehigga tahu aturan. Karena tidak ada penetapan pengadilan untuk penarikan, mereka menolak menyerahkan motor,” lanjutnya. 

Lantaran menolak menyerahkan motor, adu mulut pun tak terhindarkan sampai berujung pertengkaran. Disebutkannya, DH dan adiknya lantas dikeroyok, diserang ada yang membawa pedang dan batu, sehingga memilih lari kabur.

Hingga di simpang Jalan Subur- Jalan Kalimutu, DH berhasil kabur menggunakan jasa ojek online, sementara adiknya Budiarsana berusaha naik pikup yang sedang berjalan. Namun apes, pria asal Kubutambahan, Buleleng itu berhasil ditebas. Budiarsana yang saat ini berprofesi sebagai sekuriti di sebuah restoran tersebut mengalami luka tebas di leher dan tubuhnya. 

Bahkan lengannya patah karena mencoba menangkis pedang. Sedangkan kakaknya DH mengalami luka di kepala diduga akibat terkena kaca helm yang pecah. 

"Tidak ada niat dari kedua korban untuk arogan atau bahkan mencoba membebaskan motor yang ditarik. Tapi karena mereka tahu aturan, makanya mereka menolak menyerahkan motor hingga akhirnya dianiaya oleh belasan anggota debt collector," pungkasnya. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP