Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Desain Berubah, Gubernur Koster Sidak Pembangunan Pelabuhan Sampalan

24 Juli 2021, 05: 05: 59 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Desain Berubah, Gubernur Koster Sidak Pembangunan Pelabuhan Sampalan

SIDAK : Gubernur Bali Wayan Koster saat sidak ke Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Jumat (23/7).  (istimewa)

Share this      

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster ke Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Jumat (23/7). Pelabuhan tersebut nantinya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Nusa Penida, serta mampu memperlancar transportasi laut menuju Nusa Penida dan sebaliknya. 

Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida, Dewa Ketut Anom Astika, menyampaikan rasa syukur dan bangganya. Karena pelabuhan yang dibuat oleh pemerintah ini berada di wawidangan Desa Adat Dalem Setra Batununggul. 

“Dengan berdirinya pelabuhan ini, masyarakat kami melakukan aktivitas akan semakin lancar dan bagus. Harapan kami kedepan, semoga fasilitasnya memadai dan nyaman bagi masyarakat, sehingga mampu membawa masyarakat berkembang lebih maju lagi,” jelasnya. 

Baca juga: Krisis Oksigen, Wagub Harap Rumah Sakit Selektif Pasien Kritis

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sidaknya menyampaikan pembangunan Pelabuhan Sampalan merupakan program infrastruktur darat, laut, udara secara terkoneksi dan terintegrasi. Dimana pada tahun ini, ada tiga pelabuhan yang dibangun, yaitu Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, dan Pelabuhan Sanur di Denpasar.

“Saya juga telah memanggil Dirut Pelaksana dari pembangunan pelabuhan ini, dan meminta agar menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan target,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Untuk Pelabuhan Sampalan, lanjut Gubernur Koster, mengalami kemunduran. Sebenarnya target selesai Pelabuhan Sampalan Juli 2021, tetapi ini akan mundur sampai bulan Oktober. Kemunduran ini diakibatkan oleh adanya kasus Covid-19 dan masalah teknis, yaitu perubahan desain. “Jadi tidak ada masalah, Oktober ini ditarget selesai,” tegasnya.

Kemudian soal Pelabuhan Bias Munjul, Gubernur Bali mengungkapkan bahwa sudah bicara dengan Kementerian Perhubungan RI. “Semula ada kendala karena perizinan untuk pengerukan di laut dan reklamasi yang belum keluar, dan sekarang sudah keluar, sehingga PT Nindya Karya yang menjadi pelaksana pembangunan pelabuhan di Bias Munjul ini sudah bisa kembali bekerja,” ungkapnya. 

Kata Gubernur Koster, inilah satu program yang sangat monumental di Nusa Penida, karena belum pernah ada pelabuhan besar seperti ini yang dibangun. “Saya bangun disini, supaya betul-betul dapat melayani kebutuhan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas ke Denpasar atau ke Klungkung daratan, dan daerah lainnya dengan cara menyeberang laut,” ujarnya. 

Keberadaan Pelabuhan Sampalan pada khususnya, juga sangat diharapkan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonomi maupun spiritual. "Alasannya, karena di Nusa Penida terdapat pura yang sangat disucikan dan dimuliakan oleh masyarakat Bali, yaitu Pura Ratu Gede Dalem Ped. Apalagi saat pujawali sangat banyak umat Hindu yang ke Nusa Penida, dan selama ini  salah satu kendala yang dialami umat ialah masalah prasarana transportasi,” pungkasnya. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP