Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Diperiksa Kasus Pengadaan Masker, Mas Sumatri Saksi Kunci

31 Agustus 2021, 18: 21: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Diperiksa Kasus Pengadaan Masker, Mas Sumatri Saksi Kunci

JADI SAKSI: Mantan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri keluar kantor Kejari Karangasem usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan masker, Selasa (31/8). (Agus Eka Purna Negara/Bali Express)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS - Mantan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem, Selasa (31/8) pagi. Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan 512 ribu masker scuba oleh Dinas Sosial Karangasem.

Pemeriksaan terhadap Mas Sumatri dalam kasus ini merupakan yang pertama. Sebelumnya, tim penyidik memeriksa setidaknya 60 orang lebih saksi selama empat bulan kasus tersebut bergulir. Dalam beberapa kali pemanggilan saksi, nama Mas Sumatri sering kali disebut-sebut.

Meski Kejari Karangasem memberi sinyal penanganan kasus itu sudah 95 persen, tim penyidik masih perlu melengkapi keterangan tambahan. Sebab proses penyidikan sudah dikembangkan terkait kebijakan pemerintah dalam pengadaan masker penanganan Covid-19.

Baca juga: Nyolong Sound System di Villa, Seorang Make Up Artist Diciduk

Mantan Bupati Mas Sumatri Diperiksa Terkait Kasus Pengadaan Masker (Agus Eka Purna Negara/Bali Express)

Pemanggilan Mas Sumatri sangat beralasan guna memberikan keterangan seputar kebijakan pengadaan masker dan mekanismenya. Seperti diketahui, pengadaan masker scuba oleh Dinas Sosial Karangasem akhir 2020, politikus Partai Nasdem itu masih menjabat bupati Karangasem.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Mas Sumatri datang ke Kejari Karangasem pukul 09.30. Ia langsung memasuki ruang tim penyidik. Pemeriksaan dimulai pukul 10.00. Dia dicecar sekitar 30 lebih pertanyaan terkait kebijakan dan mekanisme pengadaan masker scuba.

Beberapa jam diperiksa, bupati satu periode ini tampak tenang keluar lobi. Menariknya, ketika dihampiri awak media, mantan anggota DPRD Karangasem itu memilih menghindar meski awalnya sempat bertegur sapa. Mas Sumatri yang kala itu tampil khas dengan baju endek coklat bermotif merah marun, datang ditemani kuasa hukumnya, Anak Agung Gde Parwata. Namun, Mas Sumatri menolak beri keterangan dan langsung balik badan menuju mobil yang sudah menunggunya. “Wah kalau pertanyaan, tentunya banyak terkait tupoksi beliau (selaku bupati), lah. Yang jelas pemeriksaan lancar karena seputar kebijakan saja, ya,” kata Kuasa Hukum Mas Sumatri, AA Gde Parwata.

Kasi Intelijen Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra mengatakan, Mas Sumatri jadi salah satu saksi kunci karena ada keterkaitan dengan proses pencairan dana belanja tak terduga BTT untuk anggaran masker. Nilainya hingga Rp 2,9 miliar.

“Karena penyidik ingin mengetahui mekanisme pengadaan masker itu. Karena tanpa adanya SK bupati, maka uang tidak akan bisa cair atau dipakai. Karena penentu kebijakan adalah bupati. Jadi, itu yang harus dikroscek,” katanya.

Kejari Karangasem tinggal menunggu hasil penghitungan nilai kerugian negara yang dimunculkan atas pengadaan masker scuba oleh Dinas Sosial Karangasem pada 2020 lalu. Tiga penyidik Kejari telah merinci konstruksi perkara itu ke Badan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali, Senin (16/8) lalu.

Pun BPKP telah melihat penyampaian fakta-fakta hasil perkembangan penyidikan perkara tersebut. Ini akan menentukan langkah kejaksaan selanjutnya, mengusut siapa calon tersangka. Kata Dewa, pihaknya berharap BPKP segera mengeluarkan hasil penghitungan terhadap nilai kerugian yang ada. “Tergantung BPKP,” singkat jaksa asal Bangli ini.

Sepekan sebelum gelar perkara, tim penyidik Kejari Karangasem juga mengorek keterangan ahli dari sisi kesehatan. Yakni ahli Forensik RSUP Sanglah, Denpasar. “Karena berkaitan dengan pengadaan masker, tentu kami perlu menerima keterangan ahli dari sisi kesehatan. Memang secara khusus untuk ahli masker di Indonesia belum ada, namun dapat dicermati, ahli menyatakan masker scuba tidak efektif untuk pencegahan penularan Covid-19,” jelasnya.

Dewa Semaraputra menegaskan, tim penyidik perlu mengantongi dua alat bukti kuat untuk dapat menjerat tersangka. Selain itu, Kejari Karangasem menargetkan kasus tersebut dapat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Denpasar, akhir tahun ini.

Seperti diketahui, tim penyidik Kejari Karangasem telah memanggil puluhan saksi sejak awal tahun ini. Baik rekanan, para pejabat di lingkup Pemkab Karangasem, para camat, hingga ke aparat tingkat desa. Tim pernah menggeledah kantor Dinas Sosial hingga BPKAD Karangasem lalu menemukan beberapa dokumen terkait.

Dari hasil itu, Kejari Karangasem sudah mengumpulkan barang bukti dokumen proyek pengadaan masker. Bahkan masker scuba yang masih tersisa/belum sempat dibagikan juga berhasil ditemukan di sejumlah kantor desa. “Kami masih mencari dua alat bukti. Masih lengkapi berkas setelah ada penghitungan nilai kerugian dari BPKP,” pungkasnya.  

(bx/aka/man/JPR)

 TOP