Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Mal dan Tempat Wisata Dibuka, Dewan Harap Tidak Lalai Prokes

09 September 2021, 20: 43: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Mal dan Tempat Wisata Dibuka, Dewan Harap Tidak Lalai Prokes

Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Meski adanya kelonggaran untuk mal dan tempat wisata, masyarakat diharapkan tetap perketat protokol kesehatan (prokes),  supaya tidak adanya klaster baru dari tempat yang dilonggarkan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi, Kamis, (9/9).

Disebutkan pandemi dengan ekonomi memang harus seimbang, maka kebijakan yang dilakukan saat ini  lebih tepat. “Dengan dilonggarkannya ini bahwa pandemi dengan ekonomi harus seimbang. Kebijakan ini sudah tepat, karena ekonomi ternyata sangat berpengaruh  dengan kehidupan masyarakat Bali.  Mudah- mudahan juga dengan vaksinasi ini cepat berlalu,” katanya.

Politikus Partai Golkar ini juga menyebutkan bahwa masyarakat lebih takut mati  karena tidak makan daripada mati karena penyakit. Sehingga kebijakan yang diterapkan sekarang ini dirasanya lebih tepat dalam memulihkan perekonomian masyarakat. “Bagus sekali, karena kita lihat di masyarakat , ekonomi justru lebih penting.  Katanya mereka tidak takut sama penyakit, karena mereka lebih takut mati gara-gara tidak makan. Tindakan Pak Presiden dan Pak Gubernur sudah benar dan bagus sekali, kami dukung itu,” imbuhnya.

Baca juga: HUT di Tengah Pandemi, PDAM Bangli Bagikan Sembako

Kresna Budi pun mengharapkan agar tetap dijalankan protokol kesehatan, baik dari pengunjung maupun  dari pengelola pusat perbelanjaan dan wisata. Supaya tidak terjadinya penambahan kasus baru pasca dibukanya tempat-tempat tersebut.  “Kita harapakan destinasi menerapakan prokes, ini merupakan kerja bersama pemerintah dan masyarakat,” tegas dia.

“Terpenting prokes tetap dijaga, kita kan makhluk sosial ini. Sebab Indonesia kebiasaan berkumpul merupakan budaya, sulit untuk dihilangkan begitu saja. Mudah- mudahan kesadaran memakai masker tetap dilakukan,” tandas pria asal Singaraja ini.

Sementara  dengan adanya batasan umur untuk dilarang ke pusat perbelanjaan, Kresna Budi menyarankan betul-betul diawasi dengan baik. Selain rentan terpapar virus, juga untuk menjaga kesehatan mereka.  “Memang  dibatasi, karena sangat rentan dengan virus, khususnya di bawah 12 tahun. Mudah- mudahan orang tua menyadari siapa yang rentan dengan kopid sebaiknya jangan dibawa ke tempat kerumunan,” imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP