Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Waspada Gelombang Tinggi Sepekan

13 September 2021, 18: 46: 07 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Waspada Gelombang Tinggi Sepekan

GELOMBANG : Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Provinsi Banten mengingatkan nelayan waspada gelombang tinggi di Perairan Selatan Banten hingga mencapai empat meter. (Antara)

Share this      

LEBAK, BALI EXPRESS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengingatkan nelayan waspada gelombang tinggi di perairan selatan Banten hingga mencapai empat meter.

"Peringatan imbauan itu agar nelayan mewaspadai gelombang tinggi guna menghindari kecelakaan laut, " kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana saat dihubungi di Lebak, Senin (13/9).

Nelayan pesisir Perairan Selatan Banten mulai Pantai Bunuangeun, Suka Hujan, Panggarangan, Cihara, Bayah, Tanjung Panto, Bayah, Pulau Manuk dan Sawarna masih banyak melaut. Meski gelombang tinggi disertai angin kencang dan membahayakan bagi pelayaran nelayan melaut.

Baca juga: Pemerintah Kebut Pembangkit Listrik Surya, Ini Alasannya

Berdasarkan laporan BMKG pada Senin (13/9) hingga sepekan ke depan peluang gelombang tinggi di Perairan Selatan Banten berkisar 2,0 meter sampai 4,0 meter.

Kondisi demikian, kata dia, tentu cukup membahayakan bagi nelayan tradisional yang menggunakan perahu kincang bermesin tempel. "Kami sudah menyampaikan surat peringatan imbauan ke seluruh tempat pelelangan ikan (TPI), " katanya.

Menurut dia, penyampaian surat peringatan kewaspadaan tersebut agar nelayan di Perairan Selatan Banten tidak mengalami kecelakaan laut. Sebab, ketinggian gelombang mencapai empat meter itu sangat membahayakan keselamatan jiwa nelayan.

Namun, pihaknya hingga kini belum menemukan informasi nelayan yang mengalami kecelakaan laut. "Kami berharap nelayan tidak melaut untuk menghindari kecelakaan laut itu, " paparnya.

Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun Kabupaten Lebak Ahmad Hadi mengaku, tangkapan nelayan menurun akibat gelombang tinggi disertai angin kencang di Perairan Selatan Banten.

 Sebagian besar nelayan kecil tidak melaut untuk menghindari kecelakaan laut. "Diperkirakan nelayan tidak melaut mencapai ribuan orang dari 11 TPI itu, " katanya. (ant)

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP