Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Lokasi PKB Dinilai Rawan Bencana, Fraksi Golkar Ingatkan Pemprov

13 September 2021, 18: 48: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lokasi PKB Dinilai Rawan Bencana, Fraksi Golkar Ingatkan Pemprov

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung menjadi perhatian Fraksi Golkar DPRD Bali. Golkar menilai lokasi mega proyek itu berada di daerah rawan bencana.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja mengatakan bahwa  sudah mewanti-wanti pembangunan PKB itu lantaran berada di kawasan yang rawan bencana. Terutama sebagai aliran sungai, sekaligus aliran lahar dingin  Gunung Agung di Karangasem jika meletus. “Tentunya kami sangat mengapresiasi kinerja gubernur dalam beberapa waktu belakangan ini. Kami bukan mengkritisi, tapi mewanti- wanti pembangunan PKB di Klungkung dibangun tepat di lokasi aliran lahar dingin, tentu itu juga rawan bencana,” ujarnya Senin (13/9).

Rawan Atmaja bersama anggota fraksinya menyebutkan telah mewanti- wanti kajiannya sejak awal rencana pembangunan. Terlebih pembangunan itu memerlukan dana besar, apalagi di dalamnya ada menggunakan APBD. “Memang ada dari dana PEN atau pusat. Tapi di pendampingnya ada dari APBD. Ke depan agar tidak terjadi apa-apa, kami dukung tapi kami wanti-wanti, agar lebih dikaji mendasar,” sambungnya.

Baca juga: 520 Anak di Batam Miliki Kewarganegaraan Ganda 

Ditambahkannya, Partai Golkar sudah lebih awal memberikan sejumlah kajian sampai melakukan koordinasi melalui webinar.  “Tim dari Golkar telah menyusunnya dijadikan buku,  itu telah diserahkan melalui Pak Wagub agar dijadikan bahan dari pemerintah daerah di Bali dan dikirim  juga ke pusat ke DPR RI.  Mudah -mudahan menjadi kajian di sana,” jelas Rawan Atmaja.

Ditegaskannya lagi, kawasan  itu merupakan rawan bencana, khususnya bencana banjir. Hendaknya disertai kajian komprehensif sehingga pembangunannya mengantisipasi kemungkinan kerawanan bencana dengan baik.  Mengingat secara historis tahun 1963, kawasan tersebut adalah kawasan yang terkena lintasan lahar Gunung Agung.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP