Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

RTH Bung Karno Siapkan Parkir 12,6 Are, Dikelola Desa Adat

13 September 2021, 20: 42: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

RTH Bung Karno Siapkan Parkir 12,6 Are, Dikelola Desa Adat

Bupati Buleleng saat meninjau RTH Bung Karno. (I Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Lahan seluas 12,6 are mulai disiapkan menjadi tempat parkir terpusat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno. Lahan yang merupakan aset Pemkab Buleleng saat ini masih berdiri bangunan milik Dinas Pertanian, Puskesmas Pembantu Hewan (Puskeswan), dan Gedung Sedahan Agung.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana  mengatakan saat ini Pemkab Buleleng telah menyiapkan tempat untuk merelokasi gedung-gedung tersebut. Khusus untuk Gedung Puskeswan, Pemkab Buleleng telah menyiapkan lokasi di areal Tugu Pahlawan Tri Yudha Sakti, Lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada.

Sedangkan untuk gedung sedahan akan ditarik ke Kantor Pusat. Selain itu, dalam areal tempat parkir, juga akan dibangun Wantilan sebagai tempat kegiatan keagamaan. “Segala urusan soal aset sudah selesai,” jelasnya Senin (13/9) siang.

Baca juga: Ketua DPR AS Prihatin, Pekerja Bantuan Saudi Diduga Disiksa

Pihaknya juga sudah meminta kepada Bappeda untuk mulai menganggarkannya tahun depan. Suradnyana tak ingin ada gedung kantor di areal Parkir RTH. Ternasuk melarang ada bangunan warung dipinggir jalan. Pasalnya, bangunan dapat mengubah ciri khas Desa Adar Beratan Samayaji yang notabene memiliki telajakan disetiap rumahnya.

“Areal parkir mungkin hanya pembongkaran saja tapi kalau pekerjaannya kan tahun depan baru dikerjakan terus Desa Adat Beratan Samayaji juga mau bikin kuliner sama kerajinan di jaba Pura itu,” ungkapnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gede Melandrat,SP mengatakan, tempat parkir merupakan penunjang RTH Taman Bung Karno. Dengan dimanfaatkannya aset Pemkab Buleleng tersebut, pihaknya menegaskan perlu adanya sinergitas antara SKPD terkait.

Terlebih lahan parkir yang dibangun diluar dari kawasan RTH, Melandrat menginginkan manajemen pengelolaan parkir harus baik.“Manajemen atas parkir nantinya yang ada di desa adat beratan itu betul-betul dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan kontribusi ekonomi pada desa adat beratan,” harapnya. 

(bx/dik/man/JPR)

 TOP