Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Setahun, Kekayaan Bupati Mahayastra dan Wabup Agung Mayun Naik

Kekayaan Sekda Gianyar Juga Alami Kenaikan

14 September 2021, 06: 32: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Setahun, Kekayaan Bupati Mahayastra dan Wabup Agung Mayun Naik

Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan Wabup Gianyar AA Gde Mayun saat pelantikan. (Dok.Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Masyarakat kini dapat mengetahui harta dan kekayaan pejabat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dapat diakses masyarakat. Dimana laporan tersebut memuat kekayaan para pejabat penyelenggara negara hingga kepala daerah di Indonesia.

Dalam kurun waktu satu tahun selama pandemi Covid-19, Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun mencatat adanya kenaikan harta kekayaan. Berdasarkan data yang diperoleh dari e-lhkpn.kpk.go.id, harta kekayaan Mahayastra Tahun 2019 yang dilaporkan pada 30 Maret 2020 sebesar Rp 33.771.998.963 (Rp 33,7 Miliar lebih). Kemudian di Tahun 2020 yang dilaporkan pada 24 Februari 2021 meningkat menjadi Rp 35.359.536.806 (Rp 35,3 Miliar lebih). Ada kenaikan atau penambahan kekayaan sebesar Rp 1.587.537.843 (Rp 1,5 Miliar lebih). 

Dalam laporannya, Mahayastra memiliki harta berupa tanah dan bangunan yang tersebar di daerah Gianyar, Bangli dan Denpasar senilai Rp 24 Miliar, dan beberapa unit kendaraan senilai total Rp 778 Juta mulai dari mobil Innova, CRV-Jeep dan Ford Fiesta Minibus. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya Rp 550 Juta, surat berharga Rp 1,4 Miliar, serta kas dan setara kas Rp 9,1 Miliar. Namun Mahayastra juga memiliki hutang sebesar Rp 1,3 Miliar.

Baca juga: PK Dikabulkan, Putusan Mati Jadi 20 Tahun

Sementara Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun memiliki harta kekayaannya sebesar Rp 8.893.962.262 di Tahun 2019. Naik sebanyak Rp 1.038.869.389 (Rp 1 Milyar lebih) sehingga di Tahun 2020 menjadi Rp 9.932.831.651. Mayun memiliki harta berupa tanah dan kendaraan berupa mobil Nissan Serena, harta bergerak lainnya, kas, namun tidak memiliki hutang.

Kenaikan harta dan kekayaan juga dialami oleh Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya. Pada tahun 2019 ia melaporkan harta dan kekayaannya mencapai Rp 1,2 Miliar dan di tahun 2020 meningkat menjadi Rp 6,2 Miliar. Di tahun 2019 ia memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 1,1 Miliar dan sejumlah kendaraan mulai dari Mazda, Hardtop, Honda Jazz, Yamaha X-Max, Honda Scoopy, dan Vespa Piagio Black senilai Rp 643 Juta. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya, kas, dan harta lainnya. Namun ia juga memiliki hutang Rp 700 Juta.  

Kemudian di tahun 2020, ia melaporkan harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 6 Miliar terdiri dari 2 bidang tanah di Gianyar. Berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 730 juta, terdiri dari Mobil Mazda, Honda Scoopy, Toyota Hardtop, Honda Jazz, Yamaha X-Max, dan Vespa Piagio. Hutang Rp 723 juta, sehingga total Harta kekayaan Rp 6,2 Miliar.

Terkait hal tersebut, Bupati Mahayastra tak menamfik adanya kenaikan harta kekayaan yang ia laporkan ke KPK selama satu tahun ini. Namun menurutnya, kenaikan yang terjadi bukan berarti dirinya menambah aset, melainkan karena sejalan dengan kenaikan harga tanah sebagai aset. "Kalau dari itemnya tidak ada mengalami perubahan. Itu naik karena kenaikan harga tanah sebagai aset," tegasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP