Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

PDIP Bali Laporkan Penyebar Hoax Megawati Sakit dan Meninggal Dunia

14 September 2021, 12: 51: 19 WIB | editor : Nyoman Suarna

PDIP Bali Laporkan Penyebar Hoax Megawati Sakit dan Meninggal Dunia

LAPOR: Belasan orang dari DPD PDIP Bali saat melapor ke Polda Bali. (I Gede Paramasutha/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Belakangan heboh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dikabarkan tidak sehat atau bahkan sudah meninggal. Kabar tak sedap itu sontak dibantah dan direspon keras oleh pengurus PDIP.

Seperti reaksi DPD PDIP Bali, langsung melaporkan sejumlah akun media sosial penyebar berita yang disebut bohong alias Hoax tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali. Dari pantauan Koran Bali Express (Jawa Pos Grup) di lokasi, sebanyak 11 orang yang dikomandoi mantan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gede Agung selaku Wakil Sekretaris Internal datang pukul 09.00.

"Jadi kedatangan kami, ingin melaporkan total sekitar 12 akun media sosial tentang tindak pidana penyebaran berita bohong terhadap pimpinan kami (Megawati), yang dilakukan secara terpisah di hari yang sama Kamis (9/9),” ujar Tjok Agung kepada awak media. Lebih rinci, akun-akun tersebut dibeberkan oleh Wakil Sekretaris Eksternal DPD PDIP Bali, I Made Suparta. 

Baca juga: Jepang Ingatkan Warga Soal Ancaman Serangan Teroris di Asia Tenggara

Diantaranya, akun twitter milik @JafarSalman23, @Icu663, @ibnupurna, @bobbyandhika7, @gandawan, @4ngelianaPutri, dan beberapa lainnya diduga mengawali dengan mengunduh berita bohong melalui flyer berkepala surat Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jakarta yang mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Megawati lengkap dengan foto, lalu disebarkan. Padahal, PMI Jakarta membantah mengeluarkan surat ucapan bela sungkawa itu. 

Hingga berita itu diduga disiarkan kembali secara terpisah oleh akun youtube milik Hersubono Point dan menjadi viral di akun tiktok (@dhianrama18) pada Senin (12/9). "Kami kaji secara hukum, terkait akun-akun tersebut sudah jelas sekali melanggar ketentuan pasal 27 ayat 3, pasal 28 ayat 2 pasa 40 Undang-Undang Ri No 19 2008 tentang UU ITE," tandas Suparta.

Selain itu akun yang dimaksud, juga dikatakan melanggar UU no 11 tahun 2008 tentang ITE, Pasal 390 KUHP, juga Pasal 14 dan 15 UU 41 tahun 1946. Pihaknya mengaku, laporan ini serentak dilakukan oleh DPD atau DPC di daerah lainnya sebagai bentuk solidaritas dan loyalitas petugas Partai. "Dugaan kami ada orang yang mendalangi di baliknya dengan kepentingan politik tertentu. Orang ada dan sehat kok diberitakan sakit dan meninggal, itu menggunakan cara kasar dan kotor yang mencederai harkat martabat ketua umum kami," ucapnya.

Pihaknya mengaku laporan telah diterima dua Direktur Reserse Kriminal, yakni Dirreskrimsus Kombespol Yuliar Kus Nugroho dan Dirreskrimum Kombespol Ary Satriyan. Adapun laporan tersebut ditandai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/505/IX/2021/SPKT/Polda Bali tanggal 14 September 2021. Pihaknya berharap aparat dapat segera mengungkap dalang dibalik berita hoax disinyalir dengan niat tidak baik itu. "Intinya kami sudah melapor, entah itu lokusnya di Jakarta atau Bali, segala proses hukum kami serahkan kepada kepolisian," tutupnya. (ges)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP