Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Terus Berupaya, Tim SAR Belum Hentikan Pencarian 25 ABK KM Hentri

14 September 2021, 17: 15: 43 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Terus Berupaya, Tim SAR Belum Hentikan Pencarian 25 ABK KM Hentri

PENCARIAN : Tim SAR  (Search and Rescue) melanjutkan operasi pencarian 25 ABK KM Hentri,  setelah kapal penangkap ikan cumi ini terbakar 3 September 2021 antara Perairan Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar,  11 September 2021. (Antara/Daniel)

Share this      

AMBON, BALI EXPRESS- Basarnas Ambon belum menghentikan pencarian 25  anak buah kapal (ABK) kapal pencari cumi KM Hentri, yang terbakar pada 3 September 2021 di antara perairan Kepulauan Tanimbar Kei, Maluku Tenggara dengan perairan Kepulauan Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

"Sejak pagi hari tim SAR gabungan telah melakukan operasi SAR di hari ke-7 menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 235 Abimanyu," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas setempat, Mustari di Ambon, Selasa (14/9).

Menurut dia, operasi SAR hari ke-7 dilanjutkan sesuai data SAR MAPS H.7 dimana pergerakan arus airnya memasuki Perairan Laut Banda.

Baca juga: Diperkirakan Tenggelam 15 Jam Lalu, Jasad Tanpa Identitas Dievakuasi

Pukul 11:15 WIT, KN SAR Abimanyu bertolak dari dermaga LIPI Ambon menuju LKK sesuai SAR MAPS H.7 guna melaksanakan operasi pencarian dan penyisiran pada koordinat 5 45.617 S, 127 14.402 E, 4 14.120 S, 127 18.402 E berjarak kurang lebih 42.55 NM dan menuju 209.50° arah Barat Daya Ambon.

KN SAR Abimanyu membawa 16 kru berlayar menuju lokasi pencarian dalam kondisi cuaca berawan dengan arah angin timur menuju tenggara berkecepatan 4 - 10 knots dan tinggi gelombang rendah 0.50 – 1,25 meter.

"Untuk rencana penutupan operasi SAR hari ke-7 masih belum dilakukan sebab harus ada langkah evaluasi pada sore hari," ujarnya.

KM Hentri yang merupakan kapal penangkap cumi berlayar dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pada tanggal 15 Agustus 2021 hendak menuju Merauke, Provinsi Papua.

Namun, saat berada di perairan antara Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kapal dengan POB 32 orang tersebut, dilaporkan mengalami musibah kebakaran pada pukul 05:00 WIT dinihari setelah dihantam gelombang setinggi 3 meter pada tanggal 3 September 2021.

Dua dari 32 ABK dilaporkan meninggal dunia ketika kebakaran, sementara 30 ABK lainnya melompat ke laut dan belakangan baru diketahui ada lima orang yang ditemukan selamat dan dievakuasi ke Pulau Tanimbar Kei, Kabupaten Maluku Tenggara.

Lima ABK yang selamat ini sempat terapung-apung di laut selama dua hari hingga akhirnya ditolong sebuah kapal pencari telur ikan terbang dan dievakuasi ke Pulau Tanimbar Kei, Kabupaten Maluku tanggal 7 September 2021. (ant).

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP