Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Siswa SD Belum Divaksin, Fraksi Gerindra Minta Tunda PTM

14 September 2021, 17: 55: 15 WIB | editor : Nyoman Suarna

Siswa SD Belum Divaksin, Fraksi Gerindra Minta Tunda PTM

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali I Ketut Juliarta. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Fraksi Gerindra DPRD Bali menyikapi rencana pembelajaran tatap muka (PTM),  khususnya siswa Sekolah Dasar (SD). Sebab mereka yang rata-rata usianya di bawah 12 tahun belum menjalani vaksinasi Covid-19.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali I Ketut Juliarta meminta agar pelaksanaan PTM siswa SD ditunda. Ditunda hingga anak-anak semua divaksin untuk menjaga kekebalan tubuhnya. “Pelaksanaan vaksinasi terhadap siswa di atas usia 12 tahun sudah berjalan dengan baik. Namun vaksinasi terhadap anak sekolah di bawah usia 12 tahun belum bisa dilakukan, untuk itu rencana sekolah tatap muka terutama kepada anak-anak SD agar ditunda dulu sampai mereka divaksin semua,” tegas Juliarta, Selasa (14/9). 

Politikus asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung ini pun menerangkan, virus Covid-19 sangat rentan menular kepada anak-anak. Maka saran tersebut juga disampaikannya kepada gubernur Bali pada penyampaian pandangan umum fraksi  dalam rapat paripurna yang berlangsung Senin (13/9). “Jangan sampai mereka menjalani isolasi,” imbuh mantan anggota DPRD Klungkung itu. 

Baca juga: Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Terus Bertambah

Begitu juga halnya anak-anak yang masuk pusat perbelanjaan, sangat rentan terpapar. Mereka belum divaksin terkendala usia, sehingga orang tua harus  pintar mengarahkan  anaknya, sehingga tidak terpapar Covid-19. 

Selain soal vaksinasi, Gerindra dalam pandangan umum fraksi juga menyampaikan usul dan saran kepada gubernur. Di antaranya terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan sosial lainnya  yang saat ini disalurkan kepada masyarakat disinyalir masih jauh dari maksimal. Untuk itu agar  dilaksanakan supervisi yang  lebih intensif,  agar tepat sasaran.

Kemudian pada program relaksasi agar direalisasikan secara maksimal, sebagai penopang bergulirnya ekonomi masyarakat, serta pembayaran insentif  tenaga kesehatan dan pendukungnya agar dilancarkan, sehingga mampu memotivasi kinerja para nakes.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP