Minggu, 19 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Hilang Tiga Hari, Gadis Ini Ditemukan Meninggal Dunia di Dasar Jurang

14 September 2021, 18: 42: 05 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hilang Tiga Hari, Gadis Ini Ditemukan Meninggal Dunia di Dasar Jurang

EVAKUASI : Proses evakuasi jasad Ni Putu Oki Ari Dapitri di dasar jurang sedalam 15 meter, berjarak 100 meter dari rumahnya. (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Tangis histeris mengiringi evakuasi Ni Putu Oki Ari Dapitri, 20, warga asal Banjar Celuk, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, yang ditemukan tak bernyawa di dasar jurang dekat rumahnya, Selasa (14/9). Sebelumnya korban dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak tanggal 11 September 2021 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga sekitar pukul 15.00 WITA di dalam jurang yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada aparat desa setempat dan diteruskan ke BPBD Gianyar yang kemudian turun ke lapangan melakukan evakuasi terhadap jenazah korban. 

Curamnya jurang membuat evakuasi berlangsung dramatis lantaran petugas harus turun ke dalam jurang sedalam 15 meter hingga berhasil mengevakuasi jenazah korban. 

Baca juga: KPK Siap Perlihatkan Bukti Kasus Suap Melibatkan Mantan Penyidik KPK

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Gianyar Ida Bagus Suamba didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar IGN Dibya Presasta yang memimpin langsung proses evakuasi mengatakan bahwa proses evakuasi membutuhkam waktu sekitar 1,5 jam. Karena memang terkendala medan yang curam. "Kita menerjunkan anggota sekitar 12 orang," ujarnya

Disamping itu, kata dia sampah yang menumpuk dan derasnya air juga menjadi tantangan dalam evakuasi. "Kita bersyukur dengan gotong royong dibantu warga akhirnya jasad bisa dievakuasi," lanjutnya.

Selanjutnya setelah dievakuasi, jenazah teridentifikasi merupakan warga setempat yang dinyatakan menghilang sejak tiga hari lalu. Hal tersebut dikenali melalui potongan rambut. Dan saat ditemukan jenazah tidak mengenakan busana. "Sejak tiga hari lalu kami telah mendapatkan laporan adanya warga yang hilang. Dimana dalam laporan disebutkan ada anak yang mengalami keterbelakangan metal hilang. Dan korban memang sering berlari-lari tanpa sepengetahuan keluarga," paparnya.

Keluarga yang berada di TKP selanjutnya memastikan kebenaran jenazah tersebut sehingga langsung dibawa ke rumah duka di Banjar Celuk, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. 

Sementara itu bibi korban, Putu Ariani, mengaku menerima dengan iklas kepergian korban meskipun dengan cara yang tragis. "Kami sekeluarga mengiklaskan, karena ini namanya musibah, semoga anak kami tenang disana," ujarnya.

Sedangkan ibu korban histeris dan tidak kuat untuk ikut menyaksikan evakuasi. Sebelumnya, pada hari Sabtu (11/9) sekitar pukul 17.30 WITA korban hendak dimandikan oleh ibunya. Namun saat sang ibu mengambil air hangat korban justru menghilang dari kamar mandi.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP