Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Wamenkes Imbau Masyarakat Tidak Abaikan Prokes

14 September 2021, 19: 27: 57 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wamenkes Imbau Masyarakat Tidak Abaikan Prokes

Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Meskipun jumlah kasus aktif dan angka kematian akibat COVID-19 menurun di Indonesia, termasuk juga di Bali, namun demikian Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono dalam kunjungannya ke RSUP Sanglah Selasa (14/9), berharap masyarakat untuk mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Lonjakan kasus civid-19 di Indonesia dan di Bali pasti terjadi, karena negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura sudah mengalaminya karena adanya pelanggaran protokol kesehatan," jelasnya.

Terkait kebijakan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berlangsung bertujuan agar jangan sampai Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus. Selain menaati protokol kesehatan, Wamenkes Dante mengingatkan masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi.

Baca juga: Kebijakan PPKM Turunkan Zona Merah di Berbagai Wilayah Indonesia

Selain itu, dr. Dante berharap pemerintah daerah untuk mencari terobosan baru untuk mempercepat vaksinasi baik untuk kelompok masyarakat lanjut usia maupun masyarakat dengan penyakit penyerta atau masyarakat rentan. "Untuk vaksinasi sebaiknya jangan pilih-piluh vaksin, karena penundaan vaksinasi akan berdampak lebih parah pada kondisi tubuh jika terkena COVID-19,” paparnya.

Sementara itu, terkait lonjakan kasus covid-19 gelombang ketiga, Guru Besar Virologi Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika ketika dikonfirmasi membenarkan jika gelombang ketiga lonjakan kasus covid-19 akan terjadi pada tahun 2021. "Jika dilihat dsri pola penyebaran tahun lalu, prediksinya lonjakan akan terjadi di periode akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022," jelasnya.

Sementara itu, terkait varian baru virus covid-19, Prof Mardika menyatakan masuknya varian baru virus covid-19 ke Bali bisa terjadi. Hal ini dikatakannya karena mobilitas masyarakat dan barang dari dan keluar Bali masih sangat tinggi.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP