Sabtu, 18 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Unud Sasar Desa Sidatapa Jadi Lokasi Pengabdian

Angkat Storynomics Kembangkan Pariwisata

14 September 2021, 20: 12: 50 WIB | editor : Nyoman Suarna

Unud Sasar Desa Sidatapa Jadi Lokasi Pengabdian

Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Udayana saat Melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Sidatapa terhitung Minggu (12/9) sampai Selasa (13/9). (I Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Universitas Udayana menggelar Pengabdian Masyarakat di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar terhitung Minggu (12/9) sampai Selasa (14/9). Menariknya, tim pengabdian mengangkat tema “Storynomics: Pemanfaatan Cerita Rakyat dalam Pengembangan Pariwisata di Desa Sidetapa”

Program pengabdian ini dibiayai dari DIPA PNBP Universitas Udayana TA-2021 dalam skim Program Udayana untuk Masyarakat (PUMa). Kegiatan inipun melibatkan tim lintas fakultas Unud yang diketuai Dr. Ida Ayu Laksmita Sari, S.Hum.,M.Hum.

Dimana, anggota yang dilibatkan diantaranya Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt; dan Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum yang nota bene dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan yang terakhir dari Fakultas Ilmu Sosial. Sedangkan Ni Luh Ramaswati Purnawan, S.S.,M.Com merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dari prodi komunikasi.

Baca juga: Sidak WNA di Sanur, Ratusan Orang Tak Terdaftar

Ida Ayu Laksmita Sari yang akrab disapa Dayu Mita mengatakan, dipilihnya Sidatapa sebagai lokasi PkM bukanlah tanpa alasan. Sebab, desa ini sudah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemkab Buleleng sejak tahun 2017.

Saat ini, Sidetapa tengah melakukan berbagai penataan fisik dan non-fisik, utamanya masalah promosi pariwisata. Tim Pkm pun telah memberikan bantuan dan solusi kepada Desa Sidetapa dalam menyusun promosi dengan menggunakan potensi cerita rakyat atau legenda di daerah ini.

“Desa Sidetapa memiliki banyak cerita, dan cerita itu bisa diangkat sebagai sarana promosi dalam kerangka storynomics, yaitu mengungkap cerita daya tarik wisata sehingga memenuhi rasa ingin tahu wisatawan,” ujar dosen sastra Jepang FIB Unud ini.

Tim Peneliti sebut Dayu Mita telah turun ke lapangan sejak bulan Juni 2021. Mereka tidak hanya mencari cerita rakyat di dalam buku tertulis. Namun juga turun ke lapangan mencari pencerita yang memahami sejarah dan cerita rakyat desa Sidetapa.

Sasarannya, tim mengajak masyarakat menggali kearifan lokal berupa cerita rakyat untuk dikemas menjadi storynomics. Cerita inilah yang dikemas sebagai bahan promosi untuk pengembangan desa wisata Sidetapa. Sasarannya adalah masyarakat yang akan berinteraksi langsung dengan wisatawan.

“Cerita yang kami gali akan menjadi materi buat masyarakat khususnya pokdarwis atau pemandu lokal untuk dituturkan kepada wisatawan,” imbuh Dayu.

Tuntas mengumpulkan cerita rakyat, Tim selanjutnya membuat versi ringkas cerita rakyat. Hingga akhirntya  terpilih sejumlah judul seperti cerita “Asal Usul Desa Sidetapa”, “Bale Gajah Tumpang Salu”, “I Gancang”, “I Cucu”, dan “Sinayu”.

Versi ringkas cerita ini akan dibuat menjadi buku ilustrasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bahkan, agar kian menarik rencananya akan disertai foto-foto dan keterangan mengenai tempat maupun budaya yang terdapat dalam cerita tersebut.

Tim PkM juga akan membuat video singkat ketika praktek promosi wisata dengan bahasa Inggris dari cerita yang telah disebutkan.

Lanjut Dayu, Program ini mendapat dukungan penuh dari Komunitas Bali Aga Harmoni dengan ketua I Wayan Ariawan, S.Pd dan juga Ketua Pokdarwis Desa Sidetapa, Putu Sinarjaya. “Kami dari segenap tim pengabdi PUMa mengucapkan terima kasih kepada Universitas Udayana atas dukungan dana dan fasilitas lainnya sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya. 

(bx/dik/man/JPR)

 TOP