Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

70 Persen Konsumen Belum Paham Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

15 September 2021, 06: 35: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

70 Persen Konsumen Belum Paham Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

BELUM PAHAM : Penggunaan aplikasi pedulilindungi di Supermarket Tiara Dewata. (Agung Bayu/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mulai Selasa (14/9), masyarakat yang hendak berbelanja ke supermarket atau hypermart harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021.

Berkenaan dengan hal itu, Pasar Swalayan Tiara Dewata mulai mengimplementasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Menurut Manager Operasional Pasar Swalayan Tiara Dewata, Novie Setyo, saat ini pihaknya fokus mengedukasi konsumen dalam hal penggunaan aplikasi tersebut. Sebab, 70 persen konsumen yang datang ke Pasar Swalayan Tiara Dewata belum tahu-menahu soal aplikasi PeduliLindungi.

“Tiara Dewata marketnya kan beda dengan mal. Jika mal cenderung kunjungannya dari anak-anak milenial yang paham gadget. Di tempat kami ini mayoritas usia keluarga yang berbelanja untuk kebutuhan sehari-sehari,” katanya saat dihubungi Selasa (14/9).

Baca juga: Sidang Kasus Pembunuhan WNI Adelina di Malaysia Dilanjutkan Desember

Pihaknya pun menjelaskan, untuk simulasi penggunaan aplikasi PeduliLindung telah dimulai dari beberapa waktu lalu. Dan pada Selasa (14/9) kemarin mulai coba dioperasionalkan. Namun, pengaplikasian tersebut terbentur kerumunan yang disebabkan oleh antrean konsumen yang belum paham soal aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu, pihaknya membuka konter guna membantu konsumen mengunduh aplikasi yang ditempatkan di lobi supermarket. “Kami di sini membuka konter untuk membantu mengunduh aplikasi. Jadi stepnya masih membantu konsumen. Beda dengan tempat lain yang hanya menyediakan barcode saja,” jelasnya.

Dijelaskan, bagi konsumen yang belum memiliki aplikasi, pihaknya akan menuntun ke konter dan dibantu untuk mengunduh aplikasi di ponsel. “Sementara saat ini belum ada yang kami temukan konsumen dengan keterangan warna hitam, hanya hijau dan kuning. Kalau hijau kan sudah pasti diizinkan,” kata dia.

Prinsipnya, Novie menegaskan, pihaknya mengikuti aturan dari pemerintah soal penerapan aplikasi tersebut. Yang mana, konsumen yang diizinkan masuk mulai dari anak usia di atas 12 tahun hingga dewasa usia di bawah 70 tahun. “Bagi orang tua kami mengimbau untuk tidak mengajak anaknya usia 12 tahun ke bawah ke supermarket atau bisa dititipkan di ruang VIP,” pesannya.

Sementara itu, untuk kunjungan ke Pasar Swalayan Tiara Dewata diakuinya sejak PPKM sudah menurun, begitu pula daya beli masyarakat. Yang mana, kunjungan hanya tercatat di supermarket dan food court. Sedangkan untuk zona hiburan masih ditutup. “Kalau untuk sektor non esensialnya seperti department storenya payah omzetnya. Kunjungan 0 persen, belum ada yang masuk ini. Kalau hiburan kan masih kami tutup, karena memang belum diizinkan buka (oleh pemerintah),” katanya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP