Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dituduh Sebarkan KIS Bodong, Relawan Dek Cawi Melapor ke Polres

15 September 2021, 07: 13: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dituduh Sebarkan KIS Bodong, Relawan Dek Cawi Melapor ke Polres

LAPOR : Kedatangan pelapor Komang Sujana ke Mapolres Buleleng, didampingi langsung oleh Kuasa Hukumnya, Gede Harja Astawa pada Selasa (14/9) . (I Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS –Situasi politik nampaknya mulai memanas di tengah persaingan pemilihan perbekel di Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar. Pasalnya, salah seorang calon perbekel merasa dirugikan lantaran difitnah telah menyalurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bodong bagi masyarakat.

Kasus inipun dilaporkan ke Mapolres Buleleng oleh Komang Sujana, 39 yang notabene Ketua Tim Relawan Cawi (Kadek Widana, Anggota DPRD Buleleng) pada Selasa (14/9). Pasalnya, istri Kadek Widana alias Cawi maju sebagai salah satu calon Perbekel Kayuputih.

Kedatangan pelapor Komang Sujana ke Mapolres Buleleng, didampingi langsung oleh Kuasa Hukumnya, Gede Harja Astawa. Usai membuat laporan di SPKT Polres Buleleng, pelapor bersama Harja Astawa langsung memasuki ruangan Unit II Satreskrim Polres Buleleng.

Baca juga: Dayu Cikita, Cuek Sering Dapat Body Shamming dan Tawaran Booking

Ditemui usai membuat laporan, Harja Astawa mengatakan, laporan yang dilayangkan ini terkait dengan pencemaran nama baik relawan Dek Cawi di Desa Kayuputih. Dalam pesan Whatsapp yang beredar itu, pada intinya tertulis pesan bahwa tim relawan Dek Cawi membagikan KIS bodong kepada masyarakat oleh nomor Whatsapp yang diduga nomor tersebut dimiliki oleh orang berinsial NA.

"Dilaporkan pencemaran nama baik relawan Dek Cawi. Terlapor sesuai dengan nomor Whatsapp yakni NA. Yang muncul nama pada nomor itu, apakah orang yang dimaksud itu Calon Perbekel atau tidak. Kalau ya, berarti dia juga pendamping desa Kabupaten," kata Harja Astawa.

Laporan dilayangkan sebut Harja lantaran tim relawan Dek Cawi taat hukum. Sehingga isu-isu tidak benar yang telah meresahkan masyarakat tidak meluas di desa Kayuputih. Ia menjelaskan, awalnya masyarakat tidak mampu dibantu mengurus KIS oleh tim relawan difasilitasi Dek Cawi yang selaku anggota DPRD Buleleng.

Setelah KIS keluar dan telah dibagikan, rupanya ada oknum masyarakat menyebutkan KIS tersebut bodong dan beredar di pesan Whatsapp. Tak pelak membuat masyarakat desa setempat resah. Namun tuduhan KIS bodong itu rupanya tidak terbukti kebenarannya, usai tim relawan mengecek langsung ke Puskesmas bahwa KIS tersebut aktif.

"Tanggal 10 (September) chat keluar, dan mulai ramai tanggal 13 kemarin. Masyarakat jadi resah. KIS kan dikeluarkan oleh Dinas Sosial, difasilitasi Dek Cawi selaku DPRD, dari mana bodong? Bukti warga terima, juga ada foto. Maka dari itu, relawan karena taat hukum memilih lapor polisi," jelas Harja.

Harja berharap agar polisi segera menindaklanjuti laporan ini, sehingga kedepan tidak ada upaya untuk menjatuhkan lawan politik dengan cara-cara yang tidak elegan dan meresahkan masyarakat. "Ya, harapannya agar diproses sehingga kedepan tidak terulang lagi, baik di desa Kayuputih maupun desa lain yang ada hajatan politik," harap Harja.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya membenarkan adanya laporan dari tim Relawan Dek Cawi ke Polres Buleleng. Namun laporan itu baru sebatas Pengaduan Masyarakat (Dumas). "Ya benar, tapi itu masih pengaduan. Berkas laporan masih dipelajari," pungkas Iptu Sumarjaya. 

(bx/dik/man/JPR)

 TOP