Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Kesabaran Habis, Atta Halilintar Laporkan Youtuber Savas Fresh 

18 September 2021, 14: 47: 56 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kesabaran Habis, Atta Halilintar Laporkan Youtuber Savas Fresh 

POLRES : Kreator konten Atta Halilintar didampingi istrinya Aurel Hermansyah mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (17/9/2021) malam. (Antara/Sihol Hasugian)

Share this      

JAKARTA, BALI EXPRESS - Selebgram Atta Halilintar melaporkan pegiat media sosial (Youtuber) Savas Fresh karena sebagai manusia sudah habis kesabaran lantran keluarga 'Gen Halilintar' dicaci dan dihina.

Suami Aurel Hermansyah itu melaporkan Savas Fresh karena dianggap telah melakukan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang telah melewati batas kesabaran.

"Intinya manusia kan punya batas kesabarannya juga. Dari setahun lalu kami memaafkan, sabar, tenang. Tapi makin ke sini kok marwah keluarga tuh jadi nggak ada," kata Atta saat ditemui di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (17/9) malam.

Baca juga: Hari Pertama Davis Cup 2021 Indonesia Imbangi Barbados 

Atta Halilintar yang didampingi Istrinya Aurel Hermansyah mengatakan, laporan yang dilayangkan tersebut merupakan imbas dari banyaknya orang lain yang merendahkan keluarganya.

Atta menuturkan bahwa selama ini keluarganya kerap mendapat perlakuan yang tidak baik dari luar.

"Intinya nama keluarga, saya sebagai laki-laki, sebagai pemimpin keluarga dijaga. Jadi makanya ada yang seperti itu," kata Atta.

Sebelumnya, anggota Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap seorang Youtuber Savas Fresh karena diduga mencemarkan nama baik kreator konten Atta Halilintar melalui akun media sosial pribadi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengatakan pelaku Savas Fresh ditangkap petugas di kawasan Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/9).

"Ya yang dilaporkan itu pencemaran nama baik, fitnah dan sebagainya, terutama dilakukan di ranah ITE yang disampaikan melalui media sosial yaitu IG, YouTube maupun Tiktok," kata Azis.

Atas perbuatannya, kini pria tersebut dijerat Pasal 45 dan Pasal 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana enam tahun penjara. (ant)

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP