Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Murnikan PHDI dari Sampradaya, Tujuan Mahasabha Luar Biasa Digelar

22 September 2021, 18: 44: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Murnikan PHDI dari Sampradaya, Tujuan Mahasabha Luar Biasa Digelar

MEMURNIKAN: Pelaksanaan Mahasabha Luar Biasa PHDI Pusat di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-  Mahasabha Luar Biasa (MLB) PHDI Pusat yang digelar oleh Forkom PHDI Provinsi se- Indonesia akhirnya memberikan penjelasan. MLB yang menghasilkan Marsekal TNI (Purn) IB Putu Dunia sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, bersama Komang Priambada sebagai sekretaris memberikan keterangan pada Selasa (21/9).

Komang Priambada selaku sekretaris, memberikan keterangan pers pernyataan resmi PHDI Masa Bhakti Tahun 2021-2026 hasil Mahasabha Luar Biasa. “Mahasabha Luar Biasa berjalan dengan tertib, kondusif dan saling asah, asih asuh,” paparnya.

Ditegaskan bahwa ancaman sampradaya asing menjadi alasan digelarnya Mahasabha Luar Biasa. “Telah membawa kita pada satu pilihan terbaik untuk memurnikan PHDI yaitu Mahasabha Luar Biasa dan menghasilkan kepengurusan sesuai dengan kehendak mayoritas umat Hindu Dharma di Indonesia,” beber Priambada. Ia pun menjelaskan terdapat enam poin yang dihasilkan dalam MLB tersebut.

Baca juga: Citilink Raih Penghargaan Maskapai yang Terapkan Prokes Terbaik

Pertama, ajakan untuk bersatu dan memurnikan PHDI dan menghilangkan sampradaya asing dan Hindu dresta nusantara yang saat ini dikotori oleh keyakinan-keyakinan dari aliran sampradaya Hare Krishna/ISKCON, Sai Baba dan lain-lain yang secara praktis sangat berbeda dengan keyakinan yang dijalankan dan amalkan selama ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, dampak psikologis dalam 2 tahun terakhir ini atas gerakan dari sampradaya terutama Hare Krishna/ISKCON “Grand Design 50 Tahun Hare Knshna” yang hendak menguasai Bali yang menjadi pusat umat Hindu Dharma Indonesia. “Gerakan mereka ini adalah merupakan ancaman ideologi transnasional dengan gerakan-gerakan kontroversial yang dilakukan Hare Krishna dan organisasi ISKCON di Bali membuat kita semakin jelas dan terang benderang mengetahui bahwa gerakan Hare Krishna adalah misionaris yang sudah banyak mengkonversi umat kuta menjadi pengikutny,” beber dia lagi.

Ketiga, Kepengurusan PHDI hasil MLB telah mendapat dukungan sepenuhnya dan Majelis Desa Adat (MDA) Bali. Dan langkah strategisnya, PHDI Pusat akan berkantor Bali yaitu di gedung MDA Bali serta juga di Jakarta.  Keempat, pembentukan Bidang Pengadaan dan Evaluasi Buku Hindu yang sudah siap saat ini menerbitkan Buku Upadeca Nusantara, dimana ajaran-ajaran berkearifan lokal diangkat dan diajarkan disekolah-sekolah baik formal maupun nonformal.

Kelima, secara de facto hasil Mahasabha Luar Bisa yang dilaksanakan di Wantilan Pura Samuan Tiga pada 18-19 September 2021, secara yuridis formal telah diatur dalam ketentuan Anggaran Dasar (AD) PHDI. Keenam, bahwa belum diumumkannya organ Sabha Pandita dalam MLB karena para peserta sangat menjunjung tinggi etika, untuk tidak menempatkan para pandita dalam posisi ikut serta dalam kegiatan MLB yang yang dianggap baratayudha dalam menegakkan dharma. Pihaknya yakin dalam waktu singkat kepengurusan Sabha Pandita Masa Bhakti 2021-2026 segera akan diumumkan.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP