Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
DRESTA (1)

Tradisi Mekelin di Desa Banyuseri, Gunakan Sarana Babi Hitam

23 September 2021, 13: 50: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tradisi Mekelin di Desa Banyuseri, Gunakan Sarana Babi Hitam

Kelian Adat Banyuseri, Made Merta. (istimewa)

Share this      

Desa Banyuseri, kecamatan Banjar merupakan salah satu desa Bali Aga di Kecamatan Banjar. Ritual kematian di Banyuseri inipun tergolong unik. Sebab, meski tidak mengenal upacara Ngaben, namun di Banyuseri mengenal upacara Mekelin.

Kelian Adat Banyuseri, Made Merta mengatakan tidak ada dokumen yang begitu jelas seperti lontar, maupun prasasti-prasasti yang menjelaskan secara gamblang mengenai sejarah yang melatarbelakangi pelaksanaan upacara Mekelin.

Namun masyarakat Desa Pakraman Banyuseri melaksanakan upacara tersebut secara turun temurun dari generasi ke generasi. Dikatakan Merta, upacara Mekelin bertujuan untuk memberikan bekal kepada orang yang sudah meninggal.

Baca juga: Kejar Target Vaksinasi, BIN Bali Sasar Sekolah dan Desa di Gianyar

Pelaksanaan upacara Mekelin di Desa Banyuseri memang berbeda dengan upacara Ngaben pada umumnya di Bali. “Sehingga tidak menggunakan sarana seperti bade atau wadah, lembu dan dawang-dawang sebagai pengantar jenasah ke kuburan, melainkan menggunakan pepaga,” jelasnya.

Desa Adat Banyuseri pantang untuk mengkremasi mayat. Hal ini disebabkan karena adanya keyakinan bagi krama desa adat, dan bila membakar mayat maka abu jenasah akan beterbangan ke tempat suci, yang mengakibatkan tempat-tempat suci menjadi kotor (sebel).

Sarana utama dalam upacara Mekelin di Banyuseri adalah babi jantan berwarna hitam. Penggunaan babi erat kaitannya dengan keprcayaan masyarakat bahwa dengan mempergunakan sarana babi dalam pelaksanaan upacara Mekelin maka lengkaplah sarana ritual.

“Babi hitam menurut kepercayaan Desa Banyuseri merupakan lambang dari Dewa Wisnu. Babinya harus dalam keadaan sehat dan tidak boleh cacat” paparnya.

Apabila sarana babi belum disiapkan maka pelaksanaan upacara Mekelin belum bisa dilaksanakan, karena banten yang tidak diisi daging babi maka belum lengkaplah sarana banten tersebut. Masyarakat meyakini, jika tidak mempergunakan sarana babi, maka pelaksanaan upacara Mekelin tidak bisa dilaksanakan karena bisa berakibat fatal secara niskala. (BERSAMBUNG)

(bx/dik/man/JPR)

 TOP