Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Serba-serbi Dimulainya PTM di Gianyar

Lama Tak Sekolah, Siswa Kelas 1 SD Menangis Tersedu-sedu

23 September 2021, 17: 41: 05 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lama Tak Sekolah, Siswa Kelas 1 SD Menangis Tersedu-sedu

DIBUKA : Pelaksanaan PTM di salah satu sekolah di Gianyar. (Dok.Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Setelah berlangsung selama beberapa hari, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Gianyar dinilai berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti selama PTM yang harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat tersebut. 

Seperti halnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Suradnya, Kamis (23/9). Diringa mengatakan bahwa secara umum PTM berlangsung lancar.

Hanya saja dirinya tidak bisa memungkiri jika ada beberapa kendala kecil yang terjadi pada proses adaptasi siswa dari yang selama ini mengikuti pembelajaran daring kini menyesuaikan dengan tatap muka. "Sempat ada laporan siswa kelas 1 SD menangis. Karena selama ini tidak pernah belajar di sekolah, begitu tatap muka anak ini menangis," imbuhnya.

Baca juga: Bocah Main Korek Saat Bapak Tuangkan Bensin, 4 Warung Ludes dan 3 Luka

Ia pun menilai hal tersebut sah-sah saja, terlebih siswa kelas 1 SD hampir setahun ini belajar secara daring. Sehingga, ketika belajar di sekolah, mendapat situasi yang berbeda dan harus menyesuaikan diri. "Selain itu ada yang memang tidak masuk TK," sambungnya.

Kendatipun demikian, Suradnya memastikan jika selama beberapa hari PTM digelar, seluruh siswa dalam kondisi sehat. "Sehat-sehat semuanya.

Tapi kalau ada yang sakit, dia minta izin tidak masuk. Namun selama ini kami tidak mendapat laporan itu," tegasnya.

Disampinh itu, pelaksanaan kembali PTM di Gianyar didukung penuh oleh orang tua siswa. Bahkan, persyaratan untuk menggelar PTM di sekolah, disepakati oleh orang tua. "Kalau di rumah, sulit dipantau. Sekarang, orang tua senang karena mulai PTM. Anak-anak juga senang bisa belajar di sekolah lagi," paparnya.

Hanya saja yang terus ditegaskan oleh pihaknya adalah sekolah harus benar-benar menerapkan prokes yang ketat dan harus menyiagakan petugas untuk memantau prokes.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP