Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Nasi Ayam Dong Siprig di Singapadu Tengah

Nasi Ayam Legendaris Sejak 37 Tahun, Sehari Habis 40 Kg Nasi

24 September 2021, 15: 13: 30 WIB | editor : Nyoman Suarna

Nasi Ayam Legendaris Sejak 37 Tahun, Sehari Habis 40 Kg Nasi

LEGENDARIS : Nyoman Siprig saat menyiapkan nasi ayam, Jumat (24/9). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS  – Berburu kuliner merupakan suatu hal yang menyenangkan. Salah satu kuliner yang menjadi buruan para food hunter berada di Kabupaten Gianyar. Ia lah Nasi Ayam Dong Siprig yang berlokasi di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Nasi Ayam legendaris ini ternyata sudah sejak lama menjadi favorit masyarakat baik yang ada di sekitar Desa Singapadu Tengah maupun dari luar Gianyar.

Sesuai dengan namanya, Nasi Ayam Dong Siprig memiliki menu andalan berupa seporsi nasi lengkap dengan lauk serba ayam. Mulai dari ayam sisit, krupuk ayam, gorengan ayam, telur, ati ayam, tempe manis, kacang saur serta dua jenis sambal. Meskipun terbilang sederhana namun nasi ayam ini memiliki citarasa yang khas. Tak heran Nasi Ayam Dong Siprig memiliki banyak pelanggan setia.

Tak sulit untuk menemukan Nasi Ayam Dong Siprig ini. Dari arah Denpasar cukup menuju Jalan Raya Batubulan kemudian menuju Jalan Raya Singapadu. Sampai menemukan Banjar Abasan, tinggal belok kiri ke arah timur sekitar 150 meter, maka warung Nasi Ayam Dong Siprig ada disebelah kiri jalan. Selain citarasanya yang nikmat, suasana menyantap makanan seperti dirumah sendiri karena konsep warungnya sendiri merupakan warung rumahan.

Baca juga: Mohon ke Dang Hyang Tanah Jawi, agar Pandemi Segera Berlalu

Pemilik Nasi Ayam Dong Siprig, Nyoman Siprig, 64, menuturkan bahwa dirinya sudah berjualan nasi ayam selama 37 tahun. Namun dulunya ia hanya berjualan bubur nasi beserta pelengkap lainnya. Sampai akhirnya ia mencoba menjual nasi ayam yang dititipkan di warung-warung. “Dulunya saya jualan bubur, loloh, jaja bantal, kripik singkong, lalu mulai jualan nasi bungkus nitip di warung-warung,” ujarnya disela-sela melayani pelanggan, Jumat (24/9).

Dibantu sang suami, Nyoman Puspa, 65, Siprig kemudian membuka warung dirumahnya dan bertahan hingga saat ini. Dan nama Nasi Ayam Dong Siprig ini berasal dari namanya. “Jadi pelanggan yang beli bilangnya nasi Dong Siprig sesuai nama saya,” imbuhnya.

Kini setiap hari, dirinya bisa menghabiskan 40 kilogram nasi, itu pun masih ada pelanggan yang tak kebagian. Maka dari itu agar tidak kehabisan, pembeli lebih baik datang antara pukul 02.00 WITA hingga 12.00 WITA. Harga seporsinya pun terbilang murah meriah, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Cukup tambah Rp 3.000 untuk minum seperti es gula, teh botol atau air mineral. “Seporsinya ada yang Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, ada juga Rp 20 ribu. Kalau bungkus kebanyakan Rp 10 ribu, makan disini Rp 15 ribu, kalau tambah minum Rp 18 ribu,” paparnya.

Ditambahkannya jika Nasi Ayam Dong Siprig memiliki dua jenis sambal yang menjadi incaran para pelanggan, yakni sambal ayam dan sambal pedas manis.  Untuk menyajikan seluruh menunya ia sudah menyiapkan sejak pukul 14.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA. Dan dirinya mengaku bersyukur, pandemi tidak berdampak terhadap penjualannya.  “Syukur ada saja yang belanja meskipun pandemi,” tandasnya sembari mengatakan bahwa dalam sehari ia bisa meraih omzet mencapai Rp 3 Juta.

Pelanggannya pun datang dari berbagai kalangan, selain masyarakat umum juga para pelajar karena harganya yang ramah dikantong. Salah seorang pelanggan setia Nasi Ayam Dong Siprig, Wayan Suana mengaku sudah sejak lama berlangganan nasi ayam tersebut. Sebab selain enak juga ramah dikantong. “Rasanya enak, mengenyangkan dan ramah di kantong,” ujar pemuda asal Singakerta tersebut.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP