Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Disdikpora Buleleng Siap Ajukan Permohonan PTMT

24 September 2021, 19: 19: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Disdikpora Buleleng Siap Ajukan Permohonan PTMT

Sekda Buleleng Gede Suyasa melakukan zoom meeting bersama satuan pendidikan. (istimewa)

Share this      

SINGARAJA, BALI EPRESS – Hampir dua tahun masyarakat disibukkan dengan pandemi. Tidak saja berimbas pada mata pencaharian namun juga berimbas pada satuan pendidikan. Pun demikian, pemerintah dengan segala upaya berusaha untuk menekan angka kasus. Hingga kini Kabupaten Buleleng berhasil berada pada zona kuning stelah sempat dinyatakan zona merah. Selain itu Buleleng juga turun level dari level IV menjadi level III dalam penanganan Covid-19. Untuk itu, pemerintah mencoba membuka ruang pada satuan pendidikan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau PTMT.

Kadisdikpora Buleleng Made Astika menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi,memberikan daftar kesiapan PTMT kepada seluruh satuan pendidikan. Daftar kesiapan tersebut yaitu mengirim video simulasi PTMT, ijin orang tua, kondisi real sarana prasarana prokes, design pembelajaran dan fakta integritas dalam pelaksanaannya. “Jika tidak ada ijin orang tua tetap diberikan pembelajaran, namun secara online,” jelasnya.

Penerapan PTMT, Kadis Astika memberikan skema tatap muka terbatas. Tingkat PAUD  kapasitas peserta didik 33% dan SD,SMP dan SMK/SMA 50% dengan jarak 1,5 meter. Jumlah hari dan jam diatur oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga satuan pendidikan berdasarkan SKB 4 Menteri. “Jika terjadi kasus Covid-19 PTMT dapat diberhentikan sementara paling singkat 3x24 jam dan satuan pendidikan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna melakukan screening terhadap pegawai dan pengunjung tamu di sekolah,” pungkasnya.

Baca juga: Disebut Telantarkan Atlet Selancar Ombak, KONI Bali Angkat Bicara

Di sisi lain, dalam pertemuan virtual bersama Kadisdikpora Buleleng, Sekda Buleleng Gede Suyasa menyampaikan, terkait hal itu Bupati Buleleng selaku Ketua Satgas Covid-19 Buleleng berkenan memberikan rekomendasi dalam pelaksanaan “Pembelajaran Tatap Muka Terbatas” (PTMT) jika syarat seluruh satuan pendidikan Buleleng telah siap dalam penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Permohonan pengajuan PTMT dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kepada Satgas Covid-19 yang direncanakan pelaksanaannya awal Oktober 2021, harus memenuhi segala syarat yang ditetapkan. Ini sesuai dengan SKB 4 Menteri dan SE Gubernur Bali Nomor B.31.420/76560/Dikpora Tahun 2021. “Ini harus dicek secara mendetail daftar kesiapan satuan pendidikan dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi di setiap pintu masuk satuan pendidikan. Jika tidak menggunakan aplikasi itu tidak boleh melaksanakan PTMT,”  tegasnya.

Selain aplikasi PeduliLindungi, Sekda Suyasa menekankan vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) wajib divaksin, jika belum divaksin tidak diijinkan mengajar di kelas dan hanya diijinkan mengajar secara online. Selain guru, siswa usia 12-17 yang belum divaksin juga tidak boleh ikut PTMT. “Jika sudah memenuhi syarat saat ini, mestinya sudah divaksin guru tersebut. Selain itu ada seribuan siswa dari SMP.SMK/SMK yang belum divaksin di Kabupaten Buleleng. Kepala sekolah harus melaporkan hal ini dan dideteksi saat ini apa sudah bisa divaksin apa tidak,” tambahnya.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP