Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Maksimalkan Pelaksanaan PTSL, Pemkab Buleleng Gandeng Kantah

24 September 2021, 19: 25: 12 WIB | editor : Nyoman Suarna

Maksimalkan Pelaksanaan PTSL, Pemkab Buleleng Gandeng Kantah

APEL : Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruag di Kator Pertanahan Kabupaten Buleleng. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS –Pemerintah Kabupaten Buleleng menggandeng Kantor Pertanahan Buleleng guna memaksimalkan program pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Kejelasan hukum bagi masyarakat atas lahan yang mereka miliki meruakan hal penting yang harus diselesaikan. “Percepatan tersebut bisa dilakukan melalui melalui pelaksanaan PTSL. Pemkab Buleleng sangat mendukung dan terus memaksimalkan upaya dari Kementerian ATR/BPN RI melalui Kantah Buleleng dalam pelaksanaan PTSL,” ujar Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, usai menjadi pembina upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruag di Kator Pertanahan Kabupaten Buleleng, Jumat (24/9).

Kantor Pertanahan sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kemen ATR/BPN) RI di daerah memiliki peran penting dalan kasus-kasus agrarian yang ada di daerah. Keberhasilan penyelesaian konflik agrarian di desa Sumberklampok pun menjadi sorotan. Menurutnya, keberhasilan tersebut bisa memicu semangat dari seluruh jajaran Kantah Buleleng untuk menyelesaikan urusan pertanahan di Buleleng. Mengingat, konflik agraria di Desa Sumberklampok sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, bersamaan dengan lahirnya UUPA. “Mudah-mudahan ke depan ini menjadi motivasi jajaran Kemen ATR/BPN khususnya di Kabupaten Buleleng untuk lebih giat lagi berinovasi, berkreasi sehingga semua tanah yang menjadi sengketa itu bisa diselesaikan,” kata Sutjidra.

Sementara itu, Kepala Kantah Buleleng I Komang Wedana menyebutkan perkembangan PTSL memang sudah sangat banyak di Buleleng. Namun, karena adanya PPKM dan juga pandemi Covid-19, koordinasi serta komunikasi menjadi sedikit terhambat. Upaya penyelesaian tetap dilakukan melalui daring. Sampai saat ini, sudah tercapai 40 persen untuk pemberkasannya. “Sedangkan target lainnya sudah jauh lebih tinggi dari itu. yang sudah terbit itu sekitar 2000 an sertifikat,” sebutnya.

Baca juga: Mayat Pria Hanyut di Tukad Balian Terungkap, Ternyata Warga Banyuwangi

PTSL saat ini juga merupakan lanjutan dari PTSL tahun sebelumnya. Jadi, bukan hanya permohonan pertama kali. Dengan kata lain, merupakan dorongan. Dorongan dalam artian di tahun sebelumnya dilakukan pengukuran, pemetaan, setelah itu sertifikasi saat ini dilanjutkan tahun ini. Pada tahun ini, targetnya tidak ada dari permohonan pertama melainkan hanya dorongan. “Jumlahnya ada 18.000 bidang tanah dengan 150 bidang tanah yang diarahkan ke pertanian. Jadi, khusus untuk pengembangan pertanian,” imbuh Wedana.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP