Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Jerat Hukum Wakil Ketua DPR RI (2) : Terbelit Suap Mantan Penyidik KPK

25 September 2021, 07: 57: 57 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Jerat Hukum Wakil Ketua DPR RI (2) : Terbelit Suap Mantan Penyidik KPK

ROMPI : Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sudah kenakan rompi kuning tahanan KPK dan tangan diborgol. (istimewa)

Share this      

JAKARTA, BALI EXPRESS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) memberikan suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju senilai Rp 3,1 miliar.

Hal tersebut terungkap dalam konstruksi perkara yang menjerat Azis sebagai tersangka, dalam kasus dugaan suap terkait dengan penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

"Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH (Maskur Husain/advokat) sebesar Rp 4 miliar yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 miliar," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9) dini hari.

Baca juga: Bangunan Gudang dan Pondok Santri Dilalap Api

Firli menjelaskan, sekitar Agustus 2020, Azis yang merupakan politikus Partai Golkar itu menghubungi Robin dan meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado (AG) yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK.

Aliza Gunado merupakan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). "Selanjutnya, SRP menghubungi MH untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut," kata Firli, dikutip Antara.

Setelah itu, lanjutnya, Maskur menyampaikan pada Azis dan Aliza untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp 2 miliar. "SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ. Artinya ada kesepakatan," ungkapnya.

Selanjutnya, Firli mengatakan Maskur diduga meminta uang muka terlebih dulu sejumlah Rp 300 juta kepada Azis. "Untuk teknis pemberian uang dari AZ dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik MH. Selanjutnya SRP menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada AZ," tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, kata Firli, Azis dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp 200 juta ke rekening bank Maskur secara bertahap.

"Masih di bulan Agustus 2020, SRP juga diduga datang menemui AZ di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh AZ, yaitu 100.000 dolar AS, 17.600 dolar Singapura, dan 140.500 dolar Singapura," katanya.

Ia mengungkapkan uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan oleh Robin dan Maskur ke 'money changer' untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

"Setelah penyidik memeriksa para saksi kurang lebih ada 20 orang saksi dan dikuatkan dengan alat bukti, maka tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Jakarta Selatan," ucap Firli, dikutip Antara, Sabtu (25/9).

Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, tersangka Azis akan menjalani isolasi mandiri terlebih dulu selama 14 hari di rutan tersebut.

Saat ke luar dari Gedung KPK, Azis yang telah mengenakan rompi tahanan KPK memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Azis langsung masuk mobil tahanan KPK yang akan membawanya ke Rutan Polres Jakarta Selatan.

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga Azis memberikan suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) senilai Rp 3,1 miliar. Seberapa besar harta Azis dan apa konentar KPK? Baca seri terakhir Jerat Hukum Wakil Ketua DPR RI (3)

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP