Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
Lontar Kuntri Sraya (2)

Tata Letak Tanaman Ikuti Pengider Bhuana

05 Oktober 2021, 08: 25: 03 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tata Letak Tanaman Ikuti Pengider Bhuana

Putu Maria Ratih Anggraini, M.Fil.H (istimewa)

Share this      

Penempatan atau penanaman tanaman disesuaikan dengan Pangider Bhuana (putaran bumi) terutama dilihat dari segi warna bunga atau buahnya. Dalam Lontar Kunti Sraya, disebutkan tanaman mendori putih, sebaiknya ditanam di Timur atau Purwa karena sebagai pelambang dari Sang Hyang Iswara.

Dikatakan Ratih, tanaman jambe atau pinang terdiri dari beberapa jenis. Seperti buah pinang sari, buah gangga, dan jenis buah pinang lainnya akan lebih baik ditanam di bagian selatan atau daksina. Karena sebagai pelambang dari Sang Hyang Brahma. Tanaman siulan, sebaiknya ditanam di bagian Barat atau pascima, banyak dipakai dalam kwangen dan sesajen lainnya.

Tanaman teleng biru, akan lebih baik kalau ditanam di bagian Utara atau uttara. Tanaman ini digunakan dalam setiap sesaji. Tanaman tunjung atau teratai yang terdiri dari berbagai macam warna, yang dipakai di berbagai keperluan upakara dewa-dewi.

Baca juga: Terseret Ombak Pantai Pererenan, Pasangan Bule Ini Nyaris Bertemu Maut

“Penempatannya di pekarangan mengikuti warnanya yaitu biru di uttara (utara), putih di purwa (timur), merah di daksina (selatan) dan kuning di pascima (barat),” ungkapnya.

Begitu pula seperti tanaman kelapa merupakan unsur terpenting dari berbagai jenis kelengkapan upakara. Kelapa gading di barat untuk Dewa Mahadewa, Kelapa Bulan (warna putih) di timur untuk Dewa Iswara. Kelapa Gadang (hijau) di utara untuk Dewa Wisnu.

Kelapa Udang di selatan untuk Dewa Brahma. Kelapa Sudamala (Wiswa warna, campuran keempat warna yang telah dikemukakan) di tengah untuk Dewa Siwa. Jenis kelapa yang lain dan juga digunakan dalam kelengkapan upakara adalah kelapa Bojog, Rangda, Mulung, dan Julit. Penanamannya di luar natah  dapat disekitar dapur, areal pekarangan, tegalan.

Demikian pula jenis bunga yang digunakan dalam persembahyangan disesuaikan dengan warna yang dipilih sesuai dengan Asta Dala dan baunya harum. Seperti bunga kenanga atau teleng sebagai simbol pemujaan terhadap Dewa Wisnu.

Bunga mawar merah, teratai biru, bunga soka, kenyeri, kembang kertas merah digunakan sebagai simbol pemujaan Dewa Brahma. Sedangkan Dewa Iswara disimbolkan dengan bunga teratai putih, jepun atau kamboja petak (putih), cempaka putih. “Dewa Mahadewa adalah bunga teratai kuning, cempaka kuning, kembang kuning atau alamanda,” pungkasnya. (habis) 

(bx/dik/man/JPR)

 TOP