Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Alit Prajatama Hadiahi Istri Mahar Pernikahan Saham 25 Ribu Lembar

05 Oktober 2021, 17: 38: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Alit Prajatama Hadiahi Istri Mahar Pernikahan Saham 25 Ribu Lembar

SESERAHAN UNIK: Alit Prajatama (mempelai pria) kepada Kadek Nopi Margareni (mempelai wanita) memberikan saham sebagai mahar pernikahannya. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Belakangan ini viral pasangan muda dengan seserahan mempelai pria berupa saham dengan nilai cukup fantastis. Saham BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) sebanyak 25.000 lembar diberikan Alit Prajatama (mempelai pria) kepada Kadek Nopi Margareni (mempelai wanita) sebagai mahar pernikahannya yang berlangsung pada September 2021 lalu.

Seserahan antimainstrem ini jika dikalkulasikan, saham sejumlah 25.000 tersebut kurang lebih bernilai Rp 100 juta.

Diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group), pria asli Banjar Lumintang, Denpasar, ini mengaku, saham adalah pemberiannya pribadi di luar adat dan budaya sebagai bentuk dirinya menghargai wanita yang ia cintai. Pikirnya, lebih baik memberikan saham yang memiliki fundamental bagus sekaligus menjadi investasi kedepan.

Baca juga: Sidang ZT Panas, Barang Bukti Akta Mendadak Hilang

Alih-alih memberikan seserahan dalam bentuk uang atau barang yang cepat habis dan sifatnya mudah terdepresiasi.

“Sebenarnya memberikan mahar tidak ada di budaya saya, yang ada adalah ‘basan pupur’. “Itu pun (basan pupur) sudah lengkap saya lakukan dan berikan, beserta semua upakara sesuai dengan dresta di desa saya. Namun yang tersebar di medsos hanya satu foto saat penyerahan piagam saham tersebut,” ujarnya Selasa (5/10).

Untuk mempersiapkannya, owner dari brand pakaian lokal SpreadVision Through Dimension (Svtd Project) ini membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. Lantaran ia harus mengajukan pembuatan piagam saham terlebih dahulu ke perusahaan sekuritas pusat tempatnya berinvestasi di Jakarta via email, serta perlu melakukan verifikasi, pencetakan, dan segenap proses lainnya.

“Pasangan saya tahu saya akan memberikan saham, namun tidak untuk jumlah nilai keseluruhannya. Dari keluarga sendiri tidak terlalu notice, mungkin karena saham masih belum terlalu familiar di telinga masyarakat, apalagi untuk orang tua. Jadi mereka mengira ini hanya piagam biasa, tapi setelah ramai di media, baru deh pada ‘ngeh’ semua,” tuturnya.

Sementara itu, menabung saham sendiri sudah ia lakoni hampir dua tahun lamanya sebagai salah satu instrumen investasi. Ia menilai, investasi saat ini harusnya bukan hal yang tabu, tapi sudah merupakan keharusan. Karena dengan memilih investasi yang tepat, seseorang tidak hanya menjaga asetnya dari depresiasi dan inflasi, tetapi juga membuat mesin uangnya sendiri.

“Memang harus sejak dini (berinvestasi), karena sahabat terbaik investasi adalah waktu, makin cepat memulai akan makin mudah mencapai tujuan-tujuan keuangan kita,” katanya. “Untuk saat ini saya ada instrumen investasi di reksadana, obligasi, deposito. Dan untuk saat ini sedang fokus mengurus brand fashion sendiri. Kalau istri baru-baru ini mulai ikut juga belajar berinvestasi dari instrumen yang paling aman dulu. saya mambantu memperkenalkan instrumen-instrumennya saja,” tambahnya.

Dirinya pun berpesan, bagi pemula yang ingin terjun ke dunia investasi, apapun instrumennya, yang paling mendasar harus diperhatikan adalah pahami bentuk investasinya. “Investasinya bagaimana, cara kerjanya bagaimana. Dan hindari betul mindset ingin cepat kaya, karena investasi bukanlah jalan pintas,” pesannya. (ika)

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP