Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Ini Pengakuan Ayah Bocah yang Kuburannya Dibongkar Itu

05 Oktober 2021, 18: 53: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ini Pengakuan Ayah Bocah yang Kuburannya Dibongkar Itu

AYAH-IBU: Orangtua Kadek Sepi, Nengah Kicen dan Ni Nyoman Sutini. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS - Nengah Kicen dan Ni Nyoman Sutini sekilas terpaku melihat jenazah anaknya, I Kadek Sepi, 13, usai diangkat dari liang lahat. Pembongkaran jenazah di kuburan Desa Adat Linggawana, Desa Kerta Mandala, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (5/10), itu dilakukan untuk keperluan otopsi.

Polisi akhirnya menindaklanjuti laporan tentang dugaan kejanggalan atas meninggalnya Kadek Sepi, Selasa, (21/9) lalu. Memastikan sebab kematian bocah 13 tahun itu, polisi putuskan membongkar kuburan korban. Aparat polisi berjaga ketat di sejumlah area kuburan dengan memasang garis polisi. 

Beberapa anggota keluarga menyaksikan dari kejauhan proses pembongkaran yang berlangsung di tengah gerimis itu. Antara pelapor dan orangtua korban sudah sepakat dilakukan otopsi. Termasuk pihak Desa Adat Linggawana.

Baca juga: Penerbangan Internasional Dibuka, BPPD Badung Mulai Promosi

Orangtua korban, Kicen dan Sutini berharap ada kepastian dari peristiwa ini.

Di sisi lain, terkait laporan dugaan tindak kekerasan yang dialami anaknya hingga meninggal dunia, Kicen memilih menunggu hasil otopsi. Bahkan Kicen membantah ada penganiayaan.

BERITA LAINNYA:

Dalami Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Bocah di Karangasem

Soal Pembongkaran Jenazah Bocah, Ini Tujuan Pihak Eka Putra

Dia menyebut putra keduanya itu meninggal akibat terjatuh usai bermain bersama adiknya. Kicen menuturkan, kondisi anaknya tampak baik-baik saja beberapa jam sebelum meninggal. Mendiang bahkan sempat bermain bersama adiknya di teras rumah.

Namun tiba-tiba bocah kelas VI SD itu ambruk dengan posisi menengadah hingga kepala membentur lantai. "Saya dan istri saat itu ada," terang Kicen didampingi kuasa hukumnya, Wayan Lanus Artawan di sela-sela proses otopsi.

Dirinya menyebut, Kadek Sepi alami kejang hingga muntah dan diare. Sehingga pakaiannya dilepas. Kicen lalu memutuskan mencari balian (dukun), sedangkan istrinya, Sutini mencari bantuan tetangga sambil menemani putranya yang meregang nyawa.

"Sekitar jam 7 malam itu meninggalnya. Tetangga saat itu ada dan tidak melihat tanda lebam. Dua hari jenazah di rumah baru kelihatan tanda hitamnya," imbuhnya.

Sutini, ibu korban pun menyebut bahwa anaknya punya riwayat sesak saat kelas I SD. Khusus masalah saat ini, dirinya tidak tahu penyebab anaknya terjatuh apakah karena riwayat penyakitnya atau tidak.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP