Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Pasca 6 Orang Tewas, TNI-Polri Cegah Meluasnya Konflik di Dekai

05 Oktober 2021, 21: 00: 37 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pasca 6 Orang Tewas, TNI-Polri Cegah Meluasnya Konflik di Dekai

YAHUKIMO : Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Inf AB Situmeang didampingi Kapolres Jayawijaya AKBP Syafei bertemu masyarakat asal Kabupaten Yahukimo, guna mencegah terjadinya konflik di masyarakat. (Antara/HO-Penerangan Korem 172/PWY)

Share this      

JAYAPURA, BALI EXPRESS - Aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat asal Kabupaten Yahukimo yang berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, guna mencegah meluasnya konflik di Dekai.

"Pertemuan digelar guna mencegah meluasnya konflik yang terjadi di Dekai pada Minggu (3/10)," kata Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf A.B Situmeang, di Jayapura, Selasa (5/10).

Dia menjelaskan, pertemuan dengan tokoh masyarakat asal Kabupaten Yahukimo yang bermukim di Wamena yang berasal dari suku Kimyal, Mex dan Yali tersebut, bertempat di asrama pelajar suku Yali, Kampung Karu Jaya, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya.

Baca juga: Polda Metro: Kejahatan Meningkat Saat Kasus Covid-19 Melandai

Dalam pertemuan itu Dandim 1702 Jayawijaya berharap ketiga suku dapat menahan diri dan tidak terpengaruh dengan situasi yang sedang terjadi di Dekai, Ibukota Kabupaten Yahukimo.

“Kita semua berharap agar konflik yang sedang terjadi di Kabupaten Yahukimo dapat segera terselesaikan dan tidak meluas hingga ke daerah-daerah lain terutama di Kabupaten Jayawijaya," harap Situmeang.

Komandan Kodim 1702 yang didampingi Kapolres Jayawijaya AKBP Syafei berharap masyarakat dan mahasiswa dapat bekerja sama dengan aparat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayawijaya.

Salah satu masyarakat suku Yali, Asi Sobolim menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Dandim dan Kapolres Jayawijaya yang telah memberikan perhatian terkait dengan konflik di Kabupaten Yahukimo.

“Kami masyarakat dari Kabupaten Yahukimo menginginkan kedamaian di Kabupaten Jayawijaya dan tidak mau terjadi konflik, sehingga akan melaporkan kepada dandim dan kapolres apabila ada pihak-pihak yang sengaja memprovokasi masyarakat, membuat isu maupun informasi bohong atau hoaks untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif,” kata Sobolim.

Pertikaian antarsuku yang terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Minggu (3/10), sekitar pukul 12.45 WIT menyebabkan enam orang meninggal dan 41 orang luka-luka.

Penyebab insiden itu diduga akibat adanya penyerangan oleh Suku Kimyai kepada Suku Yali. Puluhan orang dari Suku Kimyai menyerang Suku Yali yang ada di rumah, gereja dan hotel pada hari Minggu (3/10) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Selain jatuh korban, ribuan orang mengungsi, tiga rumah dan satu hotel dibakar.

Kemarahan warga dipicu oleh kematian mantan Bupati Yahukimo Abock Busup di Jakarta. Kematian Abock ini memicu tersebarnya kabar bohong dari Jakarta sampai ke Yahukimo, bahwa Abock dibunuh, dan menyebabkan sejumlah orang bergerak. Kepolisian telah menangkap 52 orang yang diduga pelaku penyerangan. (ant)

(bx/rin/rin/JPR)

 TOP