Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Kejari Badung Stop Kasus Dugaan Pemotongan Insentif Covid untuk Nakes

06 Oktober 2021, 10: 41: 17 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kejari Badung Stop Kasus Dugaan Pemotongan Insentif Covid untuk Nakes

Kepala Kejari Badung, Ketut Maha Agung. (ISTIMEWA)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS - Heboh kasus dugaan pemotongan dana insentif  penanggulangan covid-19 untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Dinas Kesehatan Badung,Bali berakhir. Pasalnya, penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung memastikan dalam kasus itu tidak ditemukan unsur pidana atau unsur menguntungkan diri sendiri.

Menurut Kepala Kejari Badung, Ketut Maha Agung didampingi Kasi Intel dan Humas, Made Bamax Wira Wibowo dan Kasi Pidsus Dewa Lanang Raharja, Rabu (6/10) di kantornya, pihaknya telah melakukan klarifikasi terkait dugaan adanya pemotongan dana insentif covid tahun 2020 untuk bulan Oktober, November, Desember, yang baru dicairkan sekitar bulan Agustus 2021.

Terkait hal itu, penyidik juga melakukan wawancara dan klarifikasi kepada 32 (tiga puluh dua) nakes di Puskesmas Kuta Utara. Hasil wawancara didapati informasi bahwa benar terdapat sekitar kurang lebih 30 (tiga puluh) nakes yang namanya dapat diusulkan ke Kementerian Kesehatan untuk menerima dana insentif penanganan covid.

Baca juga: Hakim MK Sebut Terlalu Banyak Pihak Terlibat dalam Pemilu di Indonesia

“Kejaksaan Negeri Badung telah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pemeriksaan ketahap penyelidikan,mengingat tidak ditemukannya adanya indikasi perbuatan pidana dalam kegiatan dimaksud. Kami menilai tidak ada actus non facit reum nisi mens sit rea (tindakan/niat jahat, Red) yang bertujuan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain,” tegas Kajari Ketut Maha Agung.

Ditambahkan Ketut Maha Agung, Kejari Badung telah menelusuri informasi terkait pembagian dana yang terkumpul, dan benar dana yang telah dikumpulkan sudah disalurkan kepada seluruh pegawai Puskesmas Kuta Utara, sesuai dengan daftar penerima yang telah ditandatangani oleh masing-masing penerima. Dalam zoom meeting yang digelar sekitar tanggal 23 juli 2021, para nakes penerima insentif menyepakati secara sukarela urun dana sebesar 40% (empat puluh) dari nilai insentif yang diterima. Untuk selanjutnya dana tersebut diberikan kepada pegawai lain yang turut berada dalam garda depan penanganan covid, seperti petugas administrasi, supir ambulan, petugas kebersihan, dll.

Sebelum dana dicairkan puskesmas telah menyelenggarakan zoom meeting terkait kesepakatan penerimaan insentif. “Dari 145 (seratus empat puluh lima) pegawai di Puskesmas Kuta Utara, penerima insentif hanya berkisar 30 (tiga puluh) orang, sedangkan yang bekerja dalam penanganan covid hampir semua pegawai yang ada,”pungkas Ketut Maha Agung.

(bx/har/yes/JPR)

 TOP