Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ayah Bocah yang Kuburannya Dibongkar Ditetapkan sebagai Tersangka

11 Oktober 2021, 20: 22: 50 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ayah Bocah yang Kuburannya Dibongkar Ditetapkan sebagai Tersangka

DIBONGKAR : Suasana pembongkaran kuburan bocah 13 tahun, Selasa (5/10). (Agus Eka Purna Negara/Bali Express)DIBONGKAR : Suasana pembongkaran kuburan bocah 13 tahun, Selasa (5/10). (Agus Eka Purna Negara/Bali Express)

Share this      

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Tabir penyebab meninggalnya I Kadek Sepi, bocah 13 tahun asal Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, hingga kini belum terkuak dengan jelas. Namun kabarnya, Satreskrim Polres Karangasem sudah menetapkan I Nengah Kicen, ayah Kadek Sepi sebagai tersangka.

Informasi di lapangan menyebutkan, Kicen tersangka per 7 Oktober lalu. Kepastian itu berdasarkan surat Nomor S.Tap/54/X/2021/Reskrim tentang penetapan tersangka yang diterima pihak kuasa hukum Kicen, I Wayan Lanus Artawan. “Kami juga sudah mendapat surat perintah penahanan,” ujar Lanus, Senin (11/10).

Namun perihal penetapan tersangka ini, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak kuasa hukum Kicen juga belum mengetahui hasil otopsi jenazah Kadek Sepi. “Kami memohon pihak kepolisian merilis hasil otopsi. Kami belum dikonfirmasi pihak kepolisian,” sambungnya.

Baca juga: Sultan, Nasi Goreng dengan Topping Emas yang Eatable

Menurutnya, dua alat bukti permulaan berupa sebatang bambu (sanan) dan mainan pedang-pedangan. Ditambah sejumlah keterangan saksi dijadikan dasar untuk melakukan penahanan. Lanus Artawan juga mengungkapkan, anak ketiga Kicen juga memberikan keterangan kepada polisi. Pemeriksaan terhadap saksi bocah 6 tahun itu karena dialah yang berada bersama korban di detik-detik menjelang kematian siswa SD 4 Purwakerti itu. “Tapi dari keterangan ibunya, anak ini diperiksa tidak didampingi tim P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Karangasem,” ujar Lanus.

Saat saksi diperiksa, yang ditemani ibu kandungnya, Sutini, dia menyebut ayahnya telah memukul bagian belakang leher korban dengan sebatang bambu (sanan). Selain itu, saksi yang merupakan adik ketiga korban ini juga melihat ayahnya memukul dada korban dengan mainan pedang-pedangan.

Pengakuan saksi pun sedikit bertolak belakang dengan pengakuan istri tersangka yang tetap kekeh membantah tuduhan penganiayaan dalam keluarga itu. Dirinya tetap menyebut bahwa putra keduanya itu meninggal karena jatuh saat bermain dengan saudaranya. “Tidak ada suami saya melakukan itu,” ucapnya.

Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna menegaskan, kasus itu masih dikembangkan. Dia enggan berkomentar lebih jauh soal penetapan tersangka terhadap Kicen. “Besok masih ada pemeriksaan dan kemungkinan minggu ini kami rilis,” ujar Ricko Taruna.

Seperti diketahui, kematian bocah itu menjadi ramai karena diduga ada lebam pada lehernya. Kerabat korban, I Made Suardana, 42, dan I Komang Eka Putra, 20, yang penasaran dengan hal itu akhirnya melapor ke polisi. Polres Karangasem yang menindaklanjuti laporannya memutuskan membongkar makam anak 13 tahun itu untuk keperluan otopsi, Selasa (5/10).

Pembongkaran jenazah di kuburan Desa Adat Linggawana, Desa Kerta Mandala, Kecamatan Abang, itu dimulai pukul 09.00. Proses otopsi dijaga ketat aparat Polres Karangasem. Area makam sudah dipasangi garis polisi. Kedua orangtua korban didampingi beberapa keluarga turut menyaksikan jalannya pembongkaran makam.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP