Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Optimis Pariwisata Bangkit, Buleleng Terus Matangkan Diri

12 Oktober 2021, 18: 59: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Optimis Pariwisata Bangkit, Buleleng Terus Matangkan Diri

Plt Kadispar Buleleng, Ni Made Rousmini. (I Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pelaku Pariwisata di Buleleng diminta terus mematangkan diri sembari menyongsong kedatangan wisatawan mancanegara. Terlebih, pemerintah pusat berencana akan membuka keran untuk kedatangan pariwisata internasional ke Bali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Ni Made Rousmini menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pelaku pariwisata di Bali Utara untuk terus mempersiapkan seiring rencana kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali.

Pihaknya fokus meminta agar manajemen hotel, restoran memperhatikan CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability. Selain itu, vaksinasi pengelola tempat wisata, dan penerapan aplikasi PeduliLindungi pada DTW juga wajib diterapkan.

Baca juga: Penerbangan Internasional Dibuka, Pariwisata Buleleng Segera Bersiap

“Terkait CHSE, kami telah mendorong para pelaku pariwisata di seluruh Kabupaten Buleleng agar segera mendaftar dan mengikuti sertifikasinya,” jelasnya, Selasa (12/10) siang.

Pelaku pariwisata juga diminta memanfaatkan layanan sertifikasi CHSE yang disediakan secara gratis  oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).“Karena kalau bayar, sertifikasi CHSE sampai 12 juta rupiah. Jadi maksimalkan dulu yang disediakan oleh pemerintah” imbuhnya.

Dispar sebut Rousmini juga sudah memberikan sosialisasi kepada para pelaku wisata terkait persyaratan apa saja yang harus dipenuhi untuk lulus sertifikasi CHSE.

Ia menyebut persiapan itu tidak membutuhkan biaya yang besar.  Sebab, yang terpenting dengan tetap memperhatikan  kehigienisan dari semua penerapan CHSE. Pelaku wisata juga dapat memanfaatkan produk lokal.

“Bisa pakai  wastafel batu untuk tempat cuci tangan. Atau keranjang sampah anyaman bambu yang dapat diproduksi sendiri oleh masyarakat. Jadi semua diuntungkan,” paparnya.

Sementara terkait vaksinasi pengelola tempat wisata, Rousmini optimis capaian di Kabupaten Buleleng sudah memenuhi target. Hal itu karena tingkat vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Buleleng terbilang tinggi berkat upaya semua pihak baik pemerintah daerah dan pusat, kepolisian, TNI, maupun masyarakat.

Sedangkan terkait penerapan aplikasi PeduliLindungi, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kominfosanti Buleleng telah memberikan sosialisasi kepada para pelaku wisata agar memasang dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi kepada pengunjung maupun pegawai.

“Kami optimis pariwisata di Buleleng akan bangkit. Tetap juga ikuti potokol kesehatan secara ketat sehingga penyebaran virus terus dikendalikan,” pungkasnya. 

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP