Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Fraksi Gabungan Sarankan Ada Prasasti Rsi Markandya di Pura Besakih

12 Oktober 2021, 19: 49: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Fraksi Gabungan Sarankan Ada Prasasti Rsi Markandya di Pura Besakih

PURA : Suasana Pura Agung Besakih, Karangasem, beberapa waktu lalu. (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Fraksi Gabungan (Nasdem, PSI, Hanura) DPRD Provinsi Bali menyarankan pemerintah untuk tidak melupakan Maha Rsi Markandya dalam penataan kawasan suci Pura Agung Besakih, Karangasem. Salah satunya dengan cara dibuatkan prasasti atau sebuah relief dalam mengenang sejarah di pura terbesar di Bali tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Somvir dari Fraksi Gabungan DPRD Bali saat menyampaikan pandangan fraksi dalam rapat paripurna, Senin (11/10). Dalam penataan kawasan suci Pura Agung Besakih tersebut pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah.  Sebab, sebagai kawasan cagar budaya dan pusat peribadatan terbesar di Pulau Bali. Selain itu juga menjadi tujuan wisatawan. “Dengan kondisi sekarang, banyaknya kunjungan wisata kerap berdampak pada keberlangsungan kegiatan ritual keagamaan. Sehingga mengurangi kesucian kawasan dan kenyamanan umat saat melaksanakan kegiatan spiritual. Jadi sangat tepat dilakukan penataan dengan anggaran Rp 900 miliar,” papar anggota Komisi I DPRD Bali ini.

Dalam kesempatan itu, politikus Partai Nasdem ini menambahkan, untuk penataan Pura Agung besakih, hendaknya semua stakeholder dilibatkan. Karena Pura Agung Besakih adalah kebanggaan seluruh krama Bali.

Baca juga: Dikukuhkan, BPPD Buleleng Diharapkan Miliki Strategi Khusus

Maka keberlangsungan dalam penataan itu, sudah sebaiknya dibarengi dengan adanya sebuah simbol sejarah dengan sebuah prasasti atau relief. Dengan demikian masyarakat atau umat yang belum memahami dapat mengetahui sejarahnya, terlebih juga dengan wisatawan yang ingin mengetahui pura terbesar di Bali tersebut. “Pada penataan dan pembangunan di kawasan tersebut, kami mengusulkan adanya prasasti atau relief Maha Rsi Markandya yang menanam Panca Datu pada kawasan suci di kaki Gunung Agung tersebut sebagai sejarah tidak terpisahkan dari keberadaan Pura Agung Besakih,” tandasnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP