Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Lagi, Bulutangkis Cetak Sejarah Baru di PON Papua

12 Oktober 2021, 20: 34: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lagi, Bulutangkis Cetak Sejarah Baru di PON Papua

MASUK FINAL: Komang Ayu Cahya berpeluang meraih medali emas di cabang olahraga bulutangkis. (Istimewa)

Share this      

JAYAPURA, BALI EXPRESS - Saat di kategori beregu lalu, raihan medali perunggu saja sudah membuat tim bulutangkis mencetak sejarah baru dengan meraih medali pertamanya dalam keikutsertaan sepanjang PON. Kali ini, bulutangkis kembali mencetak sejarah baru dengan meloloskan satu wakil di babak final yang artinya medali perak sudah pasti di genggam dan juga satu perunggu tambahan.

Ketua Umum PBSI Bali I Wayan Winurjaya saat diwawancarai usai pertandingan di GOR Waringin, Jayapura, Selasa (12/10) mengatakan satu pebulutangkis di final itu yakni Komang Ayu Cahya Dewi di kategori tunggal putri perorangan. Komang Cahya mengalahkan Sri Fatmawati dari Jawa Timur lewat rubber game dengan skor 15-21, 21-15 dan 21-17. “Astungkara bisa mencapai final. Dan ini adalah final pertamanya Komang Ayu Cahya Komang Ayu Cahya. Dia masih muda dan baru pertama kali ikut PON,” ujar Winurjaya. 

Selain itu, Winurjaya juga mengatakan jika keberhasilan ini hasil kerja keras bersama semua pihak, dari pengurus, pelatih, orang tua atlet dan juga KONI Bali. “Sesuai dengan moto kami yakni Bersama Kita Bisa. Meski perak sudah didapat, tapi kami berharap besok Komang Cahya bisa bermain apik dan bisa membawa pulang medali emas,” tegasnya. 

Baca juga: Ranperda Retribusi TKA Disepakati, PAD Badung Diharapkan Meningkat

Sementara Komang Cahya yang diwawancarai terpisah mengatakan, awalnya ia sempat bermain kurang maksimal di set pertama. Tapi, set selanjutnya berhasil menguasai pertandingan hingga menang dengan kedudukan 2-1. “Saya sudah tiga kali bertemu dengan dia. Pertama saat Sirnas, kedua saat kategori beregu lalu dan sekarang yang ketiga. Dia lebih senior dibanding saya,” papar Komang Cahya. 

Ia sendiri sudah menyiapkan persiapan untuk menghadapi Saifi Riska Nurhidayah dari Jawa Barat yang menjadi lawannya di final hari ini. Pebulutangkis yang akan menginjak usia 19 tahun ini sudah paham dengan kekuatan lawannya itu karena sama-sama tergabung di pelatnas. “Kalau boleh jujur sih dia di atas saya, sering sparing di pelatnas. Tapi saya akan tetap berusaha dan menunjukkan yang terbaik bagi Bali,” tutupnya.

Selain memastikan satu wakil di final, bulutangkis juga kembali meraih satu perunggu lewat ganda campuran Nyoman Triadnya Arya Kurniawan dengan Ayu Gary Luna Maharani. Arya dan Ayu Gary kalah dua set di babak semifinal dengan skor 21-8 dan 21-9 atas pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Marheila Gischa Islami dari Jawa Timur. Meski kalah, semifinalis tetap mendapat perunggu bersama karena penentuan juara tiga tidak diadu.

(bx/dip/man/JPR)

 TOP