Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

PHDI, KMHDI, dan Peradah Dituduh Teroris, Ini Kata GPS

13 Oktober 2021, 11: 29: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

PHDI, KMHDI, dan Peradah Dituduh Teroris, Ini Kata GPS

Gede Pasek Suardika: Alumni KMHDI, Gede Pasek Suardika menanggapi soal tuduhan teroris terhadap tiga organisasi Hindu. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS -  Terdapat tiga organisasi Hindu yang dituduh oleh Ida Ayu Made Gayatri sebagai organisasi Hindu radikal di Bali. Pembahasan terkait hal itu pun sempat membuat gaduh dalam diskusi secara daring pada Minggu (10/10), beberapa hari lalu.  Pernyataan perempuan yang disebut sebagai akademisi bergelar doktor tersebut pun didesak untuk melakukan klarifikasi, sebelum dibawa ke ranah hukum.

Tiga organisasi Hindu yang dituduh sebagai organiasi radikal di Bali tersebut terdiri dari PHDI, KMHDI, dan Peradah. Sebagai alumni KMHDI, I Gede Pasek Suardika (GPS), menyebutkan pernyataan Dayu Gayatri adalah offside.

“Pernyataannya offside, dan tidak sesuai dengan fakta. Analisanya sebagai akademisi doktor sangat kacau,” terang salah satu perintis organisasi KMHDI ini saat dikonfirmasi, Rabu (13/10).  

Baca juga: Dihajar Jepang 5-0, Tim Putri Diminta Total Garang di Perempat Final

Dalam kesempatan itu, Pasek Suardika juga menyampaikan maklum, lantaran Dayu Gayatri merupakan pengurus versi PHDI MLB. Analisa pendidik bergelar doktor ini  pun berdasarkan analisanya di google yang diolah dalam analisa pribadinya. Lalu keluarlah pernyataan ketiga organisasi itu berafiliasi, yakni kepada organisasi teroris Viswa Hindu Parishad (VHP).

“Analisanya karena di website VHP ketiga organisasi itu disebutkan nama-namanya. Kata afiliasi yang disebutkan inilah menjadi bumerang. Karena maknanya adalah cabang atau bagian dari terorisme internasional. Jika status- status sebelumnya sering menyerang personal tidak terlalu dipedulikan. Namun kali ini tampaknya masalahnya beda, menyangkut organisasi atau lembaga,” tegas Pasek Suardika.

Sehingga cap terorisme yang dilekatkan itu telah membuat berang para alumni dan kader organiasi yang dituduh tersebut. Khususnya dua organisasi kepemudaan Hindu, sehingga menayangkan surat resmi kepada Ida Ayu Gayatri  agar melakukan klarifikasi 2x24 jam, jika tidak mereka akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. “Itu adik-adik yang di organiasi menanganinya, untuk diminta klarifikasi dulu,” imbuhnya.

Ditambahkan pria yang juga mantan DPD RI ini menyebut nampaknya Ida Ayu Gayatri tidak detail membaca peta geopolitik dunia. Disebutkan juga Dayu Gayatri tidak detail tahu bagaimana PHDI, Peradah dan KMHDI berkiprah. “Padahal mereka juga punya website. Seharusnya jika ingin membangun narasi intelektual, bisa melakukan tambahan referensi dengan menganalisa website mereka juga. Kebencianlah yang telah membutakannya. Lalu memprovokasi publik untuk ikut alam pikirnya yang seakan intelektual tetapi sebenarnya lemah pisau analisis,” ujarnya.

Sementara dalam konteks ketiga organisasi ini, VHP sebenarnya dalam websitenya hanya menerangkan nama-nama organisasi bernafaskan Hindu di berbagai belahan dunia. Bukan menyatakan itu semua adalah bagian darinya atau afiliasi kepadanya. Disinilah ngawurnya analisa yang dipakai.

“Bayangkan PHDI yang dipimpin sosok mantan Danjen Kopassus disamakan dengan teroris?,  saya kira panjang doktrinasi kebangsaan untuk menjadi seorang Danjen Kopasus. Bahkan alumni KMHDI dan Peradah yang sangat banyak juga dianggap berafiliasi dengan teroris,” terang Pasek Suardika.

Ditambahkannya, boleh berpendapat, tetapi jangan terlalu membabibuta menyerang dan menstigmakan hal negatif hanya karena penuhnya rasa kebencian akibat beda pandangan terhadap sebuah masalah. “Kasihanilah gelar tinggi yang dimiliki dan jabatan mentereng yang kini ada di PHDI versi MLB,” tandasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP