Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Perumda Pasar Badung Sebut Ada Peningkatan Penjualan Buah Lokal

13 Oktober 2021, 14: 06: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Perumda Pasar Badung Sebut Ada Peningkatan Penjualan Buah Lokal

BUAH LOKAL: Tersedia penjualan khusus untuk buah lokal nusantara di Pasar Badung, Denpasar. (Rika Riyanti/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Warga Denpasar kini bisa menemukan penjualan khusus untuk buah lokal nusantara di Pasar Badung, Denpasar. Berbagai jenis buah lokal dijual, mulai dari jeruk, jeruk Bali, salak, sirsak, nangka, hingga alpukat dijajakan di lantai dua Pasar Badung.

Ditemui di lokasi, salah seorang pedagang buah, Ketut Surami mengatakan, gerakan penjualan buah lokal ini digelar sejak tiga bulan lalu. “Ya memang kami wajib menjual buah yang lokal Bali. Ada salak, mangga, alpukat, jeruk Bali. Intinya semua ini hasil pertanian di Bali,” ujar Surami Rabu (13/10).

Pada hari-hari biasa, kata dia, peminat buah di Pasar Badung tidak begitu banyak. Namun, akan ada sedikit peningkatan menjelang hari raya seperti Galungan dan Kuningan. “Hari biasa sepi, apalagi dalam kondisi pandemi. Paling sehari dapat garus saja, kadang dapat Rp 100 ribu sehari,” kata perempuan yang sudah berjualan sejak tahun 1980-an ini.

Baca juga: Jabar Kawinkan Gelar Bulutangkis Perorangan, Komang Ayu Sabet Perak

Dirut Perumda Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata ketika dikonfirmasi mengungkapkan, gerakan penjualan buah lokal di Pasar Badung ini sudah dimulai pada bulan Agustus 2021 lalu. Yang mana, gerakan ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi selama sebulan. “Itu kami awali dengan gerakan menyambut 17 Agustus, dilaksanakan selama bulan Agustus sosialisasinya,” jelas Kompyang.

Dirinya menambahkan, buah lokal yang dijual di sini bukan hanya dari Bali saja, melainkan buah lokal nusantara. Dengan gerakan ini pihaknya berharap agar masyarakat selalu mengutamakan buah lokal baik untuk dikonsumsi maupun untuk sarana upakara. Terlebih, sudah ada Perda tentang buah lokal yakni Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokal dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. “Kami harapkan untuk masyarakat selalu mengutamakan buah lokal nusantara,” katanya.

Ia menyampaikan, selain untuk melindungi buah lokal, gerakan penjualan buah lokal ini juga sebagai bentuk dukungan untuk petani lokal baik Bali maupun nusantara. Gerakan ini tak hanya dilakukan di Pasar Badung saja, namun juga digelar di Pasar Kreneng. “Bahkan bulan Agustus kemarin, di Pasar Badung dan Kreneng ada harga promo untuk buah lokal nusantara. Sedangkan untuk pasar lain kami hanya sosialisasi saja,” terangnya.

Dengan adanya gerakan ini, dia mengaku, berdampak pada penjualan buah lokal dibanding buah impor di dua pasar ini. “Semenjak ada gerakan ini, ada peningkatan penjualan buah lokal dibanding buah impor,” ungkapnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP