Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Jelang Penutupan, Bali Panen Emas PON Papua, Posisi Sementara 5 Besar

13 Oktober 2021, 20: 21: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jelang Penutupan, Bali Panen Emas PON Papua, Posisi Sementara 5 Besar

PANEN EMAS : Karateka putri Bali, Cokorda Istri Sanistya Rani saat tampil di babak final kumite kelas -55kg putri, Rabu (13/10). Karate menjadi satu dari empat cabor yang menyumbang emas cukup signifikan. (ISTIMEWA)

Share this      

JAYAPURA, BALI EXPRESS - Menjelang penutupan PON, Bali sukses mendulang medali emas dari beberapa cabor. Tercatat ada empat cabor yang sukses meraih medali tertinggi tersebut pada Rabu (13/7). 

Tercatat ada enam tambahan emas yang disumbang para patriot olahraga Bali. Dengan tambahan itu pula sukses mendongkrak perolehan medali sementara Bali dengan 28 emas.

Emas pertama datang dari karate. Emas tersebut dipersembahkan oleh Kadek Krisna Dwiantara di kategori kumite kelas 60kg putra setelah mengalahkan Milio Oner dari Sumatera Barat dengan skor 4-1. Kemudian emas kedua diraih karateka putri Cokorda Istri Sanistyarani setelah mengalahkan karateka Jawa Barat, Dinda Ayu dengan skor 4-2 di kelas -55kg putri. Raihan emas karate ini meningkat dari pencapaian saat PON 2016 lalu dengan 1 emas.  

Baca juga: Setelah Seperempat Abad, Bali Baru Bisa Dapat Emas Tinju

Beralih ke tinju, satu emas tambahan dipersembahkan petinju gaek Kornelis Kwangu Langu di kelas 46-49kg putra setelah menang angka atas petinju NTT, Mario Kali. Emas ini juga menjadi sangat berarti karena menjadi penantian lama setelah 25 tahun. Terakhir kali tinju Bali meraih emas saat PON 1996 di Jakarta oleh dua bersaudara Pino dan Nimo Bahari. 

Jika di cabor beladiri menyumbang 3 emas, cabang olahraga terukur juga tak mau kalah. Dua medali emas disabet di cabor atletik. Pertama oleh pelari I Ketut Merta Yasa di nomor 800 meter putra. Ketut Merta Yasa melesat menjadi yang tercepat menyentuh garis finish dengan catatan waktu 1 menit 54,45 detik. Kemudian Ni Made Eppi Wilantika di nomor lompat tinggi putri dengan lompatan setinggi 1,74 meter. Tambahan dua keping itu berarti sudah melampaui target yang dipancang yakni 2 emas. Sebelumnya atletik meraih 2 emas lewat atlet lompat jauh dan jangkit putri, Maria Natalia Londa. 

Cabor renang juga tak mau tertinggal euphoria panen emas tersebut. Perenang Komang Adinda Nugraha menjadi yang tercepat di nomor 50 meter gaya punggung putri dengan catatan waktu 30,31 detik. Di cabor renang belum menyelesaikan pertandingan dan peluang emas masih bisa diraih karena nomor unggulan Bali masih belum dimainkan.

Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi saat diwawancarai mengatakan sebenarnya ia sudah memprediksi raihan emas yang cukup signifikan ini. Mengingat kantong-kantong emas Bali di beberapa cabor unggulan masih belum bertanding. "Saat posisi Bali disalip oleh Riau beberapa hari lalu, KONI Bali tidak panik. Kami yakin para atlet Bali yang tentunya di cabang olahraga unggulan belum bertanding bisa menjadi juara. Hasilnya bisa kita lihat, saat ini posisi Bali sudah melonjak dengan tambahan emas ini. Mudah-mudahan sesuai dengan target awal yakni 30 emas," tegas Suwandi. 

Adapun cabor yang diikuti Bali yang berpeluang kembali menambah pundi-pundi emas itu yakni karate di nomor beregu, rugby, basket 3x3, atletik, selam laut dan renang yang pertandingannya digelar Kamis (14/10).

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP