Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Ini Kisah Pasutri Head-to-Head di Pilkel Bunga Mekar

13 Oktober 2021, 20: 40: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kisah Pasutri Head-to-Head di Pilkel Bunga Mekar

PASUTRI: I Wayan Yasa bersama istrinya Ni Ketut Rai Sumadewi saat pengundian nomor calon perbekel Bunga Mekar, belum lama ini. (Istimewa)

Share this      

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Pemungutan suara pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Kabupaten Klungkung dilaksanakan Minggu (24/10) mendatang.  Dari 11 desa yang menyelenggarakan pilkel, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, tampil beda dari yang lain.  Calon yang maju di sana merupakan pasangan suami istri (pasutri). Petahana I Wayan Yasa head-to-head dengan istrinya, Ni Ketut Rai Sumadewi.

Sejak awal I Wayan Yasa memang ingin menjadi perbekel Bunga Mekar untuk melanjutkan visi dan misinya membangun desa yang belum tuntas dilaksanakan periode pertama. Tetapi sebenarnya tidak ada niat mendorong istrinya ikut merebut kursi perbekel Bunga Mekar bersaing dengan dirinya.

Ide mencalonkan ibu rumah tangga itu muncul berawal ketika tidak ada informasi warga Bunga Mekar hendak mencalonkan diri menjadi perbekel. Artinya, Yasa yang memang sejak awal komitmen maju terancam menjadi calon tunggal. Sementara berdasarkan aturan, calon perbekel minimal dua orang, dan maksimal lima orang.

Baca juga: Jelang Pembukaan Pariwisata Internasional, Pedagang Bermobil Ditindak

Agar politik di tingkat desa bisa berjalan, Yasa akhirnya mempersiapkan sang istri untuk mengantisipasi calon tunggal. Sejumlah persyaratan pun disiapkan jauh-jauh hari. Sehingga ketika benar-benar tidak ada calon lain, sang istri bisa langsung mendaftar. Benar saja, hingga detik-detik terakhir pendaftaran ditutup, tidak ada calon selain Yasa. Yasa tidak bisa memastikan alasan warga Bunga Mekar tidak ada yang berniat menjadi calon perbekel. Akhirnya, Rai Sumadewi mendaftarkan diri menjadi calon buatan. “Tiang (saya) berpikir ketimbang cari lawan di luar, lebih baik persiapkan istri,” ujar Yasa, Rabu (13/10).

Meski secara administrasi keduanya menjadi calon perbekel, namun hanya Yasa yang aktif menggalang dukungan. Berbeda dengan istrinya yang tetap melakukan kegiatan sehari-sehari. Yasa keliling simakrama ke tujuh dusun di desa setempat. Pemilih Bunga Mekar yang jumlahnya sekitar 2.600 diarahkan menjatuhkan pilihan kepada dirinya dengan nomor urut 1.

Pria berusia 45 tahun ini mengakui, beban dalam pilkel kali ini bukan sebatas kalah atau menang. Tetapi lebih pada partisipasi pemilih. Yasa akan malu jika angka golput tinggi. Ia tidak ingin masyarakat ogah ke tempat pemungutan suara hanya karena calonnya pasutri. “Kalau banyak golput tidak enak juga,” tandasnya.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP