Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features
KESEHATAN

Katarak Penyebab Utama Gangguan Penglihatan

13 Oktober 2021, 20: 42: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Katarak Penyebab Utama Gangguan Penglihatan

ILUSTRASI (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Gangguan pengelihatan di Bali sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan mata yang tidak saja dialami oleh orang dewasa-lansia, namun kasus gangguan penglihatan juga banyak ditemukan di kelompok anak-anak mulai dari usia Bali sampai dengan anak usia 18 tahun.

Dokter Divisi Vitreo Retina dan Oftalmologi RSUP Sanglah, dr. Ni Made Ari Suryathi, M.Biomed, Sp.M., mengakui kasus gangguan penglihatan di Bali mengalami peningkatan di masa pandemi. "Untuk kasus gangguan penglihatan akibat paparan gadget atau computer vision meningkat selama mas pandemi," jelasnya Selasa (13/10).

Untik kelompok umur yang mengalami gangguan penglihatan, dr. ari mengakui tidak saja dialami oleh orang dewasa-lansia. Namun juga dialami oleh anak-anak usia sekolah. Penyebabnya selain aktivitas sekolah online, kebiasan anak-anak bermain gadget dn komputer juga menjadi penyebab utama meningkatnya kasus gangguan penglihatan selama pandemi.

Baca juga: Ini Kisah Pasutri Head-to-Head di Pilkel Bunga Mekar

Terkait kasus gangguan penglihatan, dr. Ari secara umum di Indonesia dan di Bali, kasus gangguan penglihatan masih menjadi masalah utama kesehatan mata. "Berdasarkan data nasional, penyakit gangguan penglihatan yang menyebabkan kebutaan setiap tahunnya mengalami peningkatan hingga 4 persen," lanjutnya.

Tingginya kasus gangguan penglihatan ini diakuinya disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor penyebab terbanyaknya adalah penyakit katarak. Selanjutnya adalah refraksi atau glaukoma, atau kelainan mata  hal-hal lainnya seperti kelainan refraksi, glaukoma atau kelainan mata yang berhubungan dengan diabetes.

Namun demikian, katarak ini dikatakan dr. Ari bisa disembuhkan jika penderita katarak bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan. "Orang dengan katarak ini, jika  treatment-nya cukup efektif kalau dia dioperasi dan tidak ada komplikasi lain, dan kemungkinan mereka bisa melihat kembali itu sangat besar," tambahnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP