Selasa, 19 Oct 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tingkat Hunian Menurun, RS Tabanan Rencana Kurangi Ruang Isolasi

14 Oktober 2021, 07: 19: 26 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tingkat Hunian Menurun, RS Tabanan Rencana Kurangi Ruang Isolasi

Tampak depan BRSU Tabanan. (Dok. Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan mulai berancang-ancang untuk mengalihkan pemanfaatan ruang isolasi sesuai fungsi asalnya sebagai tempat perawatan pasien bukan Covid-19. Ini dilakukan menyusul tren penyebaran Covid-19 yang cenderung menurun dalam sebulan terakhir sehingga ruang isolasi banyak yang kosong.

Seperti dijelaskan Direktur BRSUD Tabanan, dr I Nyoman Susila, pengalihan fungsi ruang isolasi ini tengah dipersiapkan karena harus diawali dengan proses sterilisasi. Di samping itu, tenaga perawatnya yang semula difokuskan untuk melayani pasien Covid-19 juga sudah banyak dikembalikan ke unit asalnya.

"Sedang disterilkan untuk dimanfaatkan kembali sebagai tempat perawatan pasien yang bukan Covid-19. Tenaga perawatnya juga sebagian besar sudah kembali ke unit asalnya," jelas dr Susila, Rabu (13/10).

Baca juga: Gulat Berebut Tiga Medali Emas Terakhir

Menurutnya, pengalihan fungsi ruang isolasi ini bukannya tanpa sebab. Di samping tren penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang mulai menurun, kebutuhan ruang rawat inap untuk pasien penyakit lainnya.

"Dulu persediaan ruang isolasi sampai 106. Sekarang terisi rata-rata enam sampai tujuh pasien. Kelebihan ini yang akan dijadikan ruang perawatan pasien penyakit lainnya. Itu kalau sudah klir (disterilkan)," tegasnya lagi.

Di samping itu, tren kunjungan pasien ke rumah sakit juga mulai berangsur meningkat. Bahkan untuk tingkat hunian pasien di luar Covid-19 juga mulai mengalami peningkatan. Dari semula 30 persen kini telah berada di kisaran 45 persen.

"Ada kecenderungan naik. Dan kemungkinan terus naik kalau (kasus positif Covid-19) turun," imbuhnya.

Kendati demikian, dr Susila mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu datang berkunjung dan memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit. Karena pihaknya juga sudah melokalisasi daerah-daerah di lingkungan rumah sakit yang aman dari risiko penyebaran Covid-19.

"Di samping itu jam layanan, pemeriksaan, sampai mengambil obat juga dipersingkat. Sehingga pasien tidak lama di rumah sakit. Tempat-tempat tertentu sudah ditandai. Mana yang aman dan mana yang berisiko paparan Covid-19," jelasnya.

Selain itu, dia juga menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Terlebih untuk penyakit-penyakit tertentu yang bersifat komorbid. "Tidak baik juga kalau penyakit penyerta tidak dirawat. Justru kalau tidak dirawat dan ternyata kena Covid-19 malah tambah berat," pungkasnya. 

(bx/hai/man/JPR)

 TOP