alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

KONI Tabanan Jadikan Kawasan GOR Debes Obyek Retribusi

TABANAN, BALI EXPRESS – Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Debes rencananya akan menjadi obyek pungutan retribusi. Rencana itu bahkan tengah dikaji. 

Ketua KONI Tabanan I Dewa Ary Wirawan, Rabu (30/6) mengatakan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tabanan lagi menunggu pola kerja sama yang akan diturunkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan terkait rencana tersebut.

Dikatakan Dewa Ary Wirawan, selain untuk kemajuan olahraga Tabanan lewat kegiatan pembinaan terhadap 43 cabang olahraga yang ada, di sisi lain membantu keuangan daerah. Terlebih di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Idealisnya begitu. Semoga bisa seperti itu terus,” ujar Dewa Ary Wirawan yang didampingi Sekretaris KONI Tabanan, I Made Nurbawa.

Saat ini, pihaknya masih menunggu pola kerja sama yang tepat, terkait penerapan retribusi tersebut dari Pemkab Tabanan. Rencana itu dimungkinkan dengan pembentukan semi otorita, menggandeng pihak ketiga, atau dikelola langsung oleh KONI sendiri.

“Jadi yang ke sini memanfaatkan sarana tidak mengurusi orang jualan saja. Tetapi ada kontribusinya untuk olahraga juga,” sebutnya.

Master plan untuk setiap sudut kawasan GOR Debes yang akan dijadikan obyek pajak, juga telah disusun. Secara umum, obyek retribusi tersebut nantinya meliputi parkir, pemanfaatan sarana prasarana, serta ruang bagi UMKM.

“Parkir sudah dihitung kemarin berapa potensinya yang bisa dihasilkan. Kemarin sudah diuji coba. Dari (kejuaraan) futsal yang dibikin di sini, dari tiket saja, itu kami pantau mereka (panitianya) untuk Rp 60 juta selama tujuh hari,” sebutnya.

Sehingga, sambung dia, kalaupun sepuluh persennya untuk keuangan daerah, pihaknya menilai itu memungkinkan untuk dilakukan.

Menurutnya, rencana penerapan retribusi di kawasan GOR Debes ini bermula dari keinginan KONI untuk memungut retribusi yang nantinya bisa diarahkan untuk pembinaan cabor dan atlet. Daripada mengandalkan hibah semata dari pemerintah daerah, namun tidak mencukupi.

Usulan ini diajukan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) yang kemudian melakukan kalkulasi potensi pendapatan di kawasan GOR Debes. Hanya saja, dalam pengajuan usulan itu, belakangan Pemkab Tabanan memberikan target tahunan dengan kisaran Rp 300 juta.

“Kami awalnya ditarget. Tapi kami balikkan lagi. Lengkapi fasilitas kami dulu. Kalau tidak, ayo pantau sama-sama. Tiketnya berapa. Pemda ikut memantau,” sebutnya.

Di saat yang sama, Sekretaris KONI Tabanan, Made Nurbawa menegaskan, obyek retribusi secara umum berlaku untuk ruang parkir, ruang UKM, dan pemanfaatan tempat olahraga.

“Retribusi pembayarannya itu ada perjanjian. Ada hitung-hitungannya. Kalau datang olahraga masih bisa dipertimbangkan tidak bayar. Karena satu paket,” tegasnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu pola kerja sama dan perjanjian yang akan disampaikan dari Pemkab kepada KONI. Apa saja obyek yang bisa dipungut retribusi. Demikian halnya dengan mekanisme penyetorannya.

Menurutnya, pembahasan mengenai perjanjian tersebut sudah dilakukan sebulan lalu. Tidak menutup kemungkinan, penerapan pungutan retribusi itu akan dilaksanakan tahun ini. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Debes rencananya akan menjadi obyek pungutan retribusi. Rencana itu bahkan tengah dikaji. 

Ketua KONI Tabanan I Dewa Ary Wirawan, Rabu (30/6) mengatakan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tabanan lagi menunggu pola kerja sama yang akan diturunkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan terkait rencana tersebut.

Dikatakan Dewa Ary Wirawan, selain untuk kemajuan olahraga Tabanan lewat kegiatan pembinaan terhadap 43 cabang olahraga yang ada, di sisi lain membantu keuangan daerah. Terlebih di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Idealisnya begitu. Semoga bisa seperti itu terus,” ujar Dewa Ary Wirawan yang didampingi Sekretaris KONI Tabanan, I Made Nurbawa.

Saat ini, pihaknya masih menunggu pola kerja sama yang tepat, terkait penerapan retribusi tersebut dari Pemkab Tabanan. Rencana itu dimungkinkan dengan pembentukan semi otorita, menggandeng pihak ketiga, atau dikelola langsung oleh KONI sendiri.

“Jadi yang ke sini memanfaatkan sarana tidak mengurusi orang jualan saja. Tetapi ada kontribusinya untuk olahraga juga,” sebutnya.

Master plan untuk setiap sudut kawasan GOR Debes yang akan dijadikan obyek pajak, juga telah disusun. Secara umum, obyek retribusi tersebut nantinya meliputi parkir, pemanfaatan sarana prasarana, serta ruang bagi UMKM.

“Parkir sudah dihitung kemarin berapa potensinya yang bisa dihasilkan. Kemarin sudah diuji coba. Dari (kejuaraan) futsal yang dibikin di sini, dari tiket saja, itu kami pantau mereka (panitianya) untuk Rp 60 juta selama tujuh hari,” sebutnya.

Sehingga, sambung dia, kalaupun sepuluh persennya untuk keuangan daerah, pihaknya menilai itu memungkinkan untuk dilakukan.

Menurutnya, rencana penerapan retribusi di kawasan GOR Debes ini bermula dari keinginan KONI untuk memungut retribusi yang nantinya bisa diarahkan untuk pembinaan cabor dan atlet. Daripada mengandalkan hibah semata dari pemerintah daerah, namun tidak mencukupi.

Usulan ini diajukan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) yang kemudian melakukan kalkulasi potensi pendapatan di kawasan GOR Debes. Hanya saja, dalam pengajuan usulan itu, belakangan Pemkab Tabanan memberikan target tahunan dengan kisaran Rp 300 juta.

“Kami awalnya ditarget. Tapi kami balikkan lagi. Lengkapi fasilitas kami dulu. Kalau tidak, ayo pantau sama-sama. Tiketnya berapa. Pemda ikut memantau,” sebutnya.

Di saat yang sama, Sekretaris KONI Tabanan, Made Nurbawa menegaskan, obyek retribusi secara umum berlaku untuk ruang parkir, ruang UKM, dan pemanfaatan tempat olahraga.

“Retribusi pembayarannya itu ada perjanjian. Ada hitung-hitungannya. Kalau datang olahraga masih bisa dipertimbangkan tidak bayar. Karena satu paket,” tegasnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu pola kerja sama dan perjanjian yang akan disampaikan dari Pemkab kepada KONI. Apa saja obyek yang bisa dipungut retribusi. Demikian halnya dengan mekanisme penyetorannya.

Menurutnya, pembahasan mengenai perjanjian tersebut sudah dilakukan sebulan lalu. Tidak menutup kemungkinan, penerapan pungutan retribusi itu akan dilaksanakan tahun ini. 


Most Read

Artikel Terbaru

/