alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Kena Potongan Poin, Jeanyta Gagal Sumbang Perunggu

JAYAPURA, BALI EXPRESS – Atlet wushu putri PON Bali, Jeanyta Dian Candra gagal meraih target perunggu di nomor Gun Shu Putri atau nomor senjata di babak final yang digelar Jumat (1/10) di GOR Futsal Dispora Kota Merauke. Jeanyta hanya berselisih tipis dengan peraih perunggu dari wakil Jambi.

 

Dedy Wahyudi selaku pelatih wushu PON Bali saat dihubungi menjelaskan, di nomor Gun Shu ini, seluruh poin diakumulasi dari tiga kali penampilan sejak tanggal 29 September lalu. Di pertandingan pertama dan kedua, Jeanyta memang menampilkan peforma apik. Sayang, di penampilan terakhir, ada sedikit nervous yang membuat ia kehilangan konsentrasi sehingga saat perform terjadi sedikit goyangan. Total poin yang dikumpulkan Jeanyta selama tiga penampilan itu sebanyak 18,79.

 

“Karena ada goyangan itu lah poinnya di potong. Kalau tidak ada pemotongan, perunggu sudah pasti ditangan,” kata Dedy Wahyudi.

 

Sementara peraih perunggu diraih Jambi oleh Ananda Sri Mardiana, kemudian perak oleh Eugenia Diva Widodo dari DKI Jakarta. Sedangkan medali emas didapat wakil Jawa Timur Felda Elvira. “Tekanan Jeanyta pada hari terakhir ini saya lihat lebih ke mental dan dia bermain kurang lepas,” beber Dedy.

 

Praktis, saat ini satu-satunya peluang wushu Bali meraih medali ada di tim beregu putra yang diperkuat Made Paramasuta Wijaya dan Ida Bagus Herry Yasmana yang mulai bertanding pada Minggu (3/10) besok. Di nomor beregu, target yang dipancang adalah perunggu.


JAYAPURA, BALI EXPRESS – Atlet wushu putri PON Bali, Jeanyta Dian Candra gagal meraih target perunggu di nomor Gun Shu Putri atau nomor senjata di babak final yang digelar Jumat (1/10) di GOR Futsal Dispora Kota Merauke. Jeanyta hanya berselisih tipis dengan peraih perunggu dari wakil Jambi.

 

Dedy Wahyudi selaku pelatih wushu PON Bali saat dihubungi menjelaskan, di nomor Gun Shu ini, seluruh poin diakumulasi dari tiga kali penampilan sejak tanggal 29 September lalu. Di pertandingan pertama dan kedua, Jeanyta memang menampilkan peforma apik. Sayang, di penampilan terakhir, ada sedikit nervous yang membuat ia kehilangan konsentrasi sehingga saat perform terjadi sedikit goyangan. Total poin yang dikumpulkan Jeanyta selama tiga penampilan itu sebanyak 18,79.

 

“Karena ada goyangan itu lah poinnya di potong. Kalau tidak ada pemotongan, perunggu sudah pasti ditangan,” kata Dedy Wahyudi.

 

Sementara peraih perunggu diraih Jambi oleh Ananda Sri Mardiana, kemudian perak oleh Eugenia Diva Widodo dari DKI Jakarta. Sedangkan medali emas didapat wakil Jawa Timur Felda Elvira. “Tekanan Jeanyta pada hari terakhir ini saya lihat lebih ke mental dan dia bermain kurang lepas,” beber Dedy.

 

Praktis, saat ini satu-satunya peluang wushu Bali meraih medali ada di tim beregu putra yang diperkuat Made Paramasuta Wijaya dan Ida Bagus Herry Yasmana yang mulai bertanding pada Minggu (3/10) besok. Di nomor beregu, target yang dipancang adalah perunggu.


Most Read

Artikel Terbaru

/