alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Messi Merasa Dihina Laporta karena Diminta Main Gratis

PARIS, BALI EXPRESS – Lionel Messi menyatakan Presiden Barcelona Joan Laporta sangat tidak pantas meminta dia bermain tanpa bayaran, sekalipun pemain Argentina yang sudah menjadi pemain Paris Saint Germain itu, bersedia gajinya dibabat agar bisa tetap di Camp Nou.

Messi memang sudah menyanggupi dibayar separuh dari gaji normalnya, tetapi tetap saja Barca tak bisa membayarnya karena anggaran belanja klub ini dibatasi sampai 97 juta euro yang hampir 300 juta euro lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu.

Laporta pernah mengatakan Messi sebenarnya mau menerima tawaran bermain tanpa dibayar. Tapi Messi kemudian membantahnya kepada SPORT, Senin (1/11) kemarin.

“Yang sebenarnya adalah, seperti sudah saya jelaskan ketika saya pergi (meninggalkan Barcelona), saya sudah berbuat segalanya agar bertahan,” kata Messi.

“Tak pernah dalam kesempatan mana pun mereka meminta saya untuk bermain gratis. Mereka meminta saya mengurangi gaji saya sampai 50 persen dan saya sudah menyanggupinya tanpa masalah apa-apa. Kami sudah berusaha terus membantu klub. Niat saya dan juga niat keluarga saya adalah tetap di Barcelona,” ujarnya.

“Tak ada yang meminta saya bermain gratis, tetapi pada saat bersamaan kalimat presiden memang tidak pantas. Itu menyakitkan karena saya beranggapan tak perlu mengatakan hal seperti itu,” kata Messi.

“Ini seperti merebut bola dari Anda dan tak mau bertanggung jawab atau tak bertanggung jawab apa-apa. Itu membuat orang mengira dan ragu bahwa saya tak pantas,” sambung Messi.

Messi selalu menjaga hubungan baik dengan Laporta sejak pertama kali masuk tim utama Barca pada 2003. Messi juga menjadi jualan Laporta saat pemilihan presiden Barca bahwa dia akan mempertahankan sang superstar.

Namun sejak meninggalkan Barcelona Agustus silam, Messi tak pernah lagi berbicara dengan Laporta. Tapi Messi mengungkapkan suatu waktu akan kembali ke Barcelona lagi, paling tidak untuk tinggal di kota itu. (ant)


PARIS, BALI EXPRESS – Lionel Messi menyatakan Presiden Barcelona Joan Laporta sangat tidak pantas meminta dia bermain tanpa bayaran, sekalipun pemain Argentina yang sudah menjadi pemain Paris Saint Germain itu, bersedia gajinya dibabat agar bisa tetap di Camp Nou.

Messi memang sudah menyanggupi dibayar separuh dari gaji normalnya, tetapi tetap saja Barca tak bisa membayarnya karena anggaran belanja klub ini dibatasi sampai 97 juta euro yang hampir 300 juta euro lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu.

Laporta pernah mengatakan Messi sebenarnya mau menerima tawaran bermain tanpa dibayar. Tapi Messi kemudian membantahnya kepada SPORT, Senin (1/11) kemarin.

“Yang sebenarnya adalah, seperti sudah saya jelaskan ketika saya pergi (meninggalkan Barcelona), saya sudah berbuat segalanya agar bertahan,” kata Messi.

“Tak pernah dalam kesempatan mana pun mereka meminta saya untuk bermain gratis. Mereka meminta saya mengurangi gaji saya sampai 50 persen dan saya sudah menyanggupinya tanpa masalah apa-apa. Kami sudah berusaha terus membantu klub. Niat saya dan juga niat keluarga saya adalah tetap di Barcelona,” ujarnya.

“Tak ada yang meminta saya bermain gratis, tetapi pada saat bersamaan kalimat presiden memang tidak pantas. Itu menyakitkan karena saya beranggapan tak perlu mengatakan hal seperti itu,” kata Messi.

“Ini seperti merebut bola dari Anda dan tak mau bertanggung jawab atau tak bertanggung jawab apa-apa. Itu membuat orang mengira dan ragu bahwa saya tak pantas,” sambung Messi.

Messi selalu menjaga hubungan baik dengan Laporta sejak pertama kali masuk tim utama Barca pada 2003. Messi juga menjadi jualan Laporta saat pemilihan presiden Barca bahwa dia akan mempertahankan sang superstar.

Namun sejak meninggalkan Barcelona Agustus silam, Messi tak pernah lagi berbicara dengan Laporta. Tapi Messi mengungkapkan suatu waktu akan kembali ke Barcelona lagi, paling tidak untuk tinggal di kota itu. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/