alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Gerogoti Papan Panjat Tebing di Swiss, Desak Rita Rebut Posisi III Dunia

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Climbing wall atau dinding panjat tebing sudah menjadi teman sehari-hari Desak Made Rita Kusuma Dewi. Namanya pun telah terdengar dikancah olahraga sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Desak Rita adalah atlet panjat tebing yang tangguh. Sejumlah prestasi ia torehkan dengan menjajal satu demi satu pin pada dinding panjat tebing. Meraih juara sudah merupakan hal biasa. Akan tetapi tahun ini adalah hal baru. Dalam ajang Kejuaraan Panjat Tebing Dunia di Swiss, Desak Rita bertengger pada posisi III menggeser lawan-lawannya yang terbilang tangguh.

 

Dengan catatan waktu 7,6 detik, Desak Rita dengan cepat bergerak memanjat climbing wall. Rita yang bergabung dengan kontingen Indonesia menjadi satu-satunya atlet yang menyumbangkan medali untuk timnas di kategori nomor speed putri dalam ajang IFSC Climbing World Cup di Swiss, Eropa pada 30 Juni 2022 hingga 2 Juli 2022. Medali perunggu berhasil disabet atlet asal desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng ini.

Baca Juga :  Rio Maholtra, Sosok Paspampres Pemecah Rekor Atletik

 

Namun perjuangan Rita untuk bisa bertengger pada posisi itu pun tidak mudah. Saat babak final, ia harus bertarung mengalahkan Brozek Anna, atlet asal Polandia. Lawannya itu terbilang sangar dengan kekuatan tangan yang hebat. Akan tetapi Rita tidak menyerah dan mampu memberikan hasil terbaik untuk Buleleng dan Indonesia. Sementara medali emas dan perak direbut atlet asal Cina. Mereka berbagi medali setelah melalui persaingan sengit di climbing wall.

 

Prestasi yang disabet Desak Rita ini digadang-gadang dapat menjadi peluang untuk meraih juara dalam kejuaraan berikutnya. Pengkab FPTI Buleleng pun diharapkan dapat memperbaiki catatan prestasi pada ajang yang sama di Chaminox dan Briancon, Prancis. “Ini bukti bahwa atlet kita mampu. Rita sendiri adalah salah satu atlet andalan Buleleng.Untuk kejuaraan IFSC World Cup di Chamonix, France pemanjat kebanggaan Buleleng kami harap bisa memperbaiki catatan dan hasil akhir,” ungkap Ketua Umum FPTI Buleleng, Wahjoedi saat dikonfirmasi, Minggu (3/7) pagi.

Baca Juga :  Wabup Sedana Arta Minta Tim Bangli Sukses Prestasi dan Administrasi

 

Capaian pemanjat putri itu dikancah dunia diharapkan menjadi modal pembinaan Pengkab FPTI terlebih menyongsong gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/2022 nanti. “Ini nantinya bisa dijadikan motivasi oleh atlet-atlet lainnya. Sehingga terpacu untuk terus berlatih, mempersiapkan diri menuju even,” ujar Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja.

 

Desak Rita bersama 21 atlet lainnya dari seluruh Indonesia, mengikuti 3 seri IFSC Climbing World Cup 2022 di Villars (Swiss) pada 30 Juni-2 Juli serta Chamonix dan Briancon (Prancis) pada 8-10 Juli dan 22-23 Juli 2022.

 

Sedangkan pada tanggal 14 hingga 16 Juli 2022 ia kembali berlaga pada ajang The World Games di Birmingham (USA). Mengikuti kompetisi internasional bagi atlet panjat tebing ini adalah untuk mempersiapkan diri menuju Olimpiade 2024 nanti. Kejuaraan ini adalah seri kejuaraan dunia yang diadakan setiap tahun serta sebagai bagian persiapan para atlet untuk mengasah kemampuan dan prestasi mereka.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Climbing wall atau dinding panjat tebing sudah menjadi teman sehari-hari Desak Made Rita Kusuma Dewi. Namanya pun telah terdengar dikancah olahraga sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Desak Rita adalah atlet panjat tebing yang tangguh. Sejumlah prestasi ia torehkan dengan menjajal satu demi satu pin pada dinding panjat tebing. Meraih juara sudah merupakan hal biasa. Akan tetapi tahun ini adalah hal baru. Dalam ajang Kejuaraan Panjat Tebing Dunia di Swiss, Desak Rita bertengger pada posisi III menggeser lawan-lawannya yang terbilang tangguh.

 

Dengan catatan waktu 7,6 detik, Desak Rita dengan cepat bergerak memanjat climbing wall. Rita yang bergabung dengan kontingen Indonesia menjadi satu-satunya atlet yang menyumbangkan medali untuk timnas di kategori nomor speed putri dalam ajang IFSC Climbing World Cup di Swiss, Eropa pada 30 Juni 2022 hingga 2 Juli 2022. Medali perunggu berhasil disabet atlet asal desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng ini.

Baca Juga :  Wapres Ma'ruf Amin Sebut Atlet Peparnas Papua Inspirasi Bangsa

 

Namun perjuangan Rita untuk bisa bertengger pada posisi itu pun tidak mudah. Saat babak final, ia harus bertarung mengalahkan Brozek Anna, atlet asal Polandia. Lawannya itu terbilang sangar dengan kekuatan tangan yang hebat. Akan tetapi Rita tidak menyerah dan mampu memberikan hasil terbaik untuk Buleleng dan Indonesia. Sementara medali emas dan perak direbut atlet asal Cina. Mereka berbagi medali setelah melalui persaingan sengit di climbing wall.

 

Prestasi yang disabet Desak Rita ini digadang-gadang dapat menjadi peluang untuk meraih juara dalam kejuaraan berikutnya. Pengkab FPTI Buleleng pun diharapkan dapat memperbaiki catatan prestasi pada ajang yang sama di Chaminox dan Briancon, Prancis. “Ini bukti bahwa atlet kita mampu. Rita sendiri adalah salah satu atlet andalan Buleleng.Untuk kejuaraan IFSC World Cup di Chamonix, France pemanjat kebanggaan Buleleng kami harap bisa memperbaiki catatan dan hasil akhir,” ungkap Ketua Umum FPTI Buleleng, Wahjoedi saat dikonfirmasi, Minggu (3/7) pagi.

Baca Juga :  Kehadiran PFA di Abianbase Didorong Ciptakan Bibit Unggul

 

Capaian pemanjat putri itu dikancah dunia diharapkan menjadi modal pembinaan Pengkab FPTI terlebih menyongsong gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/2022 nanti. “Ini nantinya bisa dijadikan motivasi oleh atlet-atlet lainnya. Sehingga terpacu untuk terus berlatih, mempersiapkan diri menuju even,” ujar Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja.

 

Desak Rita bersama 21 atlet lainnya dari seluruh Indonesia, mengikuti 3 seri IFSC Climbing World Cup 2022 di Villars (Swiss) pada 30 Juni-2 Juli serta Chamonix dan Briancon (Prancis) pada 8-10 Juli dan 22-23 Juli 2022.

 

Sedangkan pada tanggal 14 hingga 16 Juli 2022 ia kembali berlaga pada ajang The World Games di Birmingham (USA). Mengikuti kompetisi internasional bagi atlet panjat tebing ini adalah untuk mempersiapkan diri menuju Olimpiade 2024 nanti. Kejuaraan ini adalah seri kejuaraan dunia yang diadakan setiap tahun serta sebagai bagian persiapan para atlet untuk mengasah kemampuan dan prestasi mereka.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/