alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Persiapan PON, Atlet Mulai Masuk Hotel

DENPASAR, BALI EXPRESS – Training camp (TC) sentralisasi atlet PON Bali mulai dilakukan Selasa (3/8). KONI Bali telah membagi seluruh kontingen atau klaster agar tidak numplek dalam satu lokasi. Adapun lokasi tersebut yakni dua berada di Kota Denpasar dan satu di Kabupaten Badung. 

Menurut Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi, untuk lokasi pertama di Hotel Neo di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar. Kemudian lokasi kedua di Hotel Batukaru Garden 3 di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar dan lokasi ketiga di Puri Tamu Hotel di Jimbaran. “Pemilihan lokasi ini berdasarkan lokasi latihan atau base camp cabor agar dekat dengan hotel. Seperti keputusan sebelumnya, atlet begitu selesai latihan, langsung balik ke lokasi TC,” papar Suwandi.

 Untuk Hotel Neo dihuni beberapa cabor. Seperti atletik, renang, menembak, basket (5on5 dan 3×3), tinju, bermotor, angkat besi, binaraga, sepak takraw, panahan, selam, aeromodeling, tarung derajat, kempo, judo, karate, muaythai, voli pantai, layar, wushu dan catur. 

 Sedangkan di Hotel Batukaru Garden 3 ada cabor panjat tebing, pencak silat, taekwondo, rugby, bulutangkis, tenis lapangan dan biliar. Dan di Puri Tamu Hotel hanya satu cabor yakni cricket karena lokasi latihan berada di Lapangan Udayana Jimbaran.  “Masuknya langsung hari ini secara serentak. Jadi seluruh atlet dan pelatih semua dirapid antigen sebelum masuk ke hotel,” ujarnya.

Pada rapid antigen itu, beberapa atlet dan pelatih masih ada beberapa yang absen masuk TC sentralisasi. Mereka absen hari pertama masuk karena memang karena beberapa hal yang tidak bisa dihindari seperti masih ikut pelatnas, TC di Jakarta dan beberapa di antaranya sakit. “Tidak ada masalah dengan semua itu karena kondisi dan situasinya seperti itu. Karena TC sentralisasi ini yang bertanggung jawab KONI Bali maka kami akan menyiapkan rapid antigen untuk atlet dan pelatih yang akan masuk hotel,” tegasnya.

 Untuk pemantauan dari KONI Bali selama masa sentralisasi, lanjut Suwandi, KONI Bali membagi tugas bersama pengurus lainnya. Yang jelas, pemantauan latihan tetap dilakukan secara langsung maupun online. “Nanti pelatih yang memiliki tanggung jawab bagaimana melaporkan progres atlet. Termasuk menempa fisik dan teknik mereka. Di samping itu, untuk pemantauan kesehatan, KONI Bali telah menunjuk pakar sesuai dengan bidangnya seperti gizi, vitamin, mental dan juga psikologis atlet,” paparnya. 

 KONI Bali juga memberi warning jika ada atlet yang membandel dalam masa sentralisasi ini terutama melanggar aturan TC yang sudah ditetapkan. Suwandi menegaskan jika nantinya akan dipanggil dengan teguran lisan sampai dua kali. Jika sampai tiga kali tetap membandel, jangan harap dikirim ke PON mendatang. Namun Suwandi yakin hal itu tidak sampai terjadi jika melihat kedisiplinan atlet PON Bali.“Kami minta para atlet PON Bali memanfaatkan kesempatan ini dengan melipatgandakan mental, motivasi dan disiplin tinggi guna meraih prestasi terbaik nantinya. Kami juga akan mengatur gizi dan lainnya. Intinya juga atlet tidak boleh menerima tamu siapapun itu,” tandas Suwandi.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Training camp (TC) sentralisasi atlet PON Bali mulai dilakukan Selasa (3/8). KONI Bali telah membagi seluruh kontingen atau klaster agar tidak numplek dalam satu lokasi. Adapun lokasi tersebut yakni dua berada di Kota Denpasar dan satu di Kabupaten Badung. 

Menurut Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi, untuk lokasi pertama di Hotel Neo di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar. Kemudian lokasi kedua di Hotel Batukaru Garden 3 di Jalan Pidada, Ubung, Denpasar dan lokasi ketiga di Puri Tamu Hotel di Jimbaran. “Pemilihan lokasi ini berdasarkan lokasi latihan atau base camp cabor agar dekat dengan hotel. Seperti keputusan sebelumnya, atlet begitu selesai latihan, langsung balik ke lokasi TC,” papar Suwandi.

 Untuk Hotel Neo dihuni beberapa cabor. Seperti atletik, renang, menembak, basket (5on5 dan 3×3), tinju, bermotor, angkat besi, binaraga, sepak takraw, panahan, selam, aeromodeling, tarung derajat, kempo, judo, karate, muaythai, voli pantai, layar, wushu dan catur. 

 Sedangkan di Hotel Batukaru Garden 3 ada cabor panjat tebing, pencak silat, taekwondo, rugby, bulutangkis, tenis lapangan dan biliar. Dan di Puri Tamu Hotel hanya satu cabor yakni cricket karena lokasi latihan berada di Lapangan Udayana Jimbaran.  “Masuknya langsung hari ini secara serentak. Jadi seluruh atlet dan pelatih semua dirapid antigen sebelum masuk ke hotel,” ujarnya.

Pada rapid antigen itu, beberapa atlet dan pelatih masih ada beberapa yang absen masuk TC sentralisasi. Mereka absen hari pertama masuk karena memang karena beberapa hal yang tidak bisa dihindari seperti masih ikut pelatnas, TC di Jakarta dan beberapa di antaranya sakit. “Tidak ada masalah dengan semua itu karena kondisi dan situasinya seperti itu. Karena TC sentralisasi ini yang bertanggung jawab KONI Bali maka kami akan menyiapkan rapid antigen untuk atlet dan pelatih yang akan masuk hotel,” tegasnya.

 Untuk pemantauan dari KONI Bali selama masa sentralisasi, lanjut Suwandi, KONI Bali membagi tugas bersama pengurus lainnya. Yang jelas, pemantauan latihan tetap dilakukan secara langsung maupun online. “Nanti pelatih yang memiliki tanggung jawab bagaimana melaporkan progres atlet. Termasuk menempa fisik dan teknik mereka. Di samping itu, untuk pemantauan kesehatan, KONI Bali telah menunjuk pakar sesuai dengan bidangnya seperti gizi, vitamin, mental dan juga psikologis atlet,” paparnya. 

 KONI Bali juga memberi warning jika ada atlet yang membandel dalam masa sentralisasi ini terutama melanggar aturan TC yang sudah ditetapkan. Suwandi menegaskan jika nantinya akan dipanggil dengan teguran lisan sampai dua kali. Jika sampai tiga kali tetap membandel, jangan harap dikirim ke PON mendatang. Namun Suwandi yakin hal itu tidak sampai terjadi jika melihat kedisiplinan atlet PON Bali.“Kami minta para atlet PON Bali memanfaatkan kesempatan ini dengan melipatgandakan mental, motivasi dan disiplin tinggi guna meraih prestasi terbaik nantinya. Kami juga akan mengatur gizi dan lainnya. Intinya juga atlet tidak boleh menerima tamu siapapun itu,” tandas Suwandi.


Most Read

Artikel Terbaru

/