alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Sambil Tunggu Juklak dan Juknis, Seleksi ESI Tetap Jalan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pengprov E-Sports Indonesia (ESI) Bali belum menjabarkan konsep yang nantinya menjadi wakil Bali untuk mengikuti ekshibisi di PON Papua. Sebab, petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait PON masih belum dirilis secara resmi ke pengprov seluruh Indonesia oleh PB ESI. Pengprov ESI di Indonesia hanya bisa menunggu kepastian di tengah dikejar waktu PON yang tinggal dua bulan.

“Kami masih menunggu, tapi koordinasi dengan teman-teman di provinsi lain tetap jalan. Bahkan, kami sering push ke pusat kapan realisasinya,” ungkap Ketua Harian Pengprov ESI Bali AA Gde Harya Putra saat dihubungi Selasa (3/8).

Di tengah kondisi ini, Pengprov ESI Bali juga memiliki planning (perencanaan) untuk berjaga-jaga jika sinyal dari PB ESI diberitahukan mendadak. “Kami sudah koordinasi dengan teman-teman di kabupaten/kota agar digelar saja dulu seleksinya. Paling tidak tim sudah ada, nanti tinggal digelar turnamen tingkat provinsi yang nantinya jadi wakil Bali,” ungkapnya. 

Informasi yang dihimpun pihaknya, beberapa kabupaten di Bali sudah menggelar seleksi di wilayah masing-masing. Untuk game yang dipertandingkan di ekshibisi PON nanti, kata Gung Harya kemungkinan masih sesuai dengan rencana awal yakni ada 6 game yaitu Mobile Legend, PUBG Mobile, PES, Dota 2, Free Fire dan Lokapala. Game ini pula yang nanti akan dipertandingkan di level Provinsi Bali.  “Awalnya kami punya planning untuk menggelar Piala KONI Bali pada bulan Juli lalu. Namun, karena PB ESI belum keluarkan juklak dan juknis, makanya kami tunda. Ditambah lagi dengan situasi PPKM ini. Mudah-mudahan secepatnya bisa keluar, sehingga kami bisa lebih maksimal gelar seleksi di Bali,” paparnya. 

Gung Harya juga mengatakan, jika kemungkinan terburuknya ekshibisi PON itu tidak jadi digelar, ESI Bali akan menyiapkan event, khusus lokal Bali saja atau bahkan nasional nantinya. “Karena kan seleksi sudah dilakukan temen-temen di daerah, jadi nanti tinggal diadu saja wakil dari kabupaten dan kota itu dalam satu event,” tandasnya sembari mengatakan masih terus melakukan koordinasi dengan pengurus ESI Bali maupun ESI kabupaten/kota.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pengprov E-Sports Indonesia (ESI) Bali belum menjabarkan konsep yang nantinya menjadi wakil Bali untuk mengikuti ekshibisi di PON Papua. Sebab, petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait PON masih belum dirilis secara resmi ke pengprov seluruh Indonesia oleh PB ESI. Pengprov ESI di Indonesia hanya bisa menunggu kepastian di tengah dikejar waktu PON yang tinggal dua bulan.

“Kami masih menunggu, tapi koordinasi dengan teman-teman di provinsi lain tetap jalan. Bahkan, kami sering push ke pusat kapan realisasinya,” ungkap Ketua Harian Pengprov ESI Bali AA Gde Harya Putra saat dihubungi Selasa (3/8).

Di tengah kondisi ini, Pengprov ESI Bali juga memiliki planning (perencanaan) untuk berjaga-jaga jika sinyal dari PB ESI diberitahukan mendadak. “Kami sudah koordinasi dengan teman-teman di kabupaten/kota agar digelar saja dulu seleksinya. Paling tidak tim sudah ada, nanti tinggal digelar turnamen tingkat provinsi yang nantinya jadi wakil Bali,” ungkapnya. 

Informasi yang dihimpun pihaknya, beberapa kabupaten di Bali sudah menggelar seleksi di wilayah masing-masing. Untuk game yang dipertandingkan di ekshibisi PON nanti, kata Gung Harya kemungkinan masih sesuai dengan rencana awal yakni ada 6 game yaitu Mobile Legend, PUBG Mobile, PES, Dota 2, Free Fire dan Lokapala. Game ini pula yang nanti akan dipertandingkan di level Provinsi Bali.  “Awalnya kami punya planning untuk menggelar Piala KONI Bali pada bulan Juli lalu. Namun, karena PB ESI belum keluarkan juklak dan juknis, makanya kami tunda. Ditambah lagi dengan situasi PPKM ini. Mudah-mudahan secepatnya bisa keluar, sehingga kami bisa lebih maksimal gelar seleksi di Bali,” paparnya. 

Gung Harya juga mengatakan, jika kemungkinan terburuknya ekshibisi PON itu tidak jadi digelar, ESI Bali akan menyiapkan event, khusus lokal Bali saja atau bahkan nasional nantinya. “Karena kan seleksi sudah dilakukan temen-temen di daerah, jadi nanti tinggal diadu saja wakil dari kabupaten dan kota itu dalam satu event,” tandasnya sembari mengatakan masih terus melakukan koordinasi dengan pengurus ESI Bali maupun ESI kabupaten/kota.


Most Read

Artikel Terbaru

/