alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Pemanah Mangde Persembahkan Perunggu di Compound Perorangan

JAYAPURA, BALI EXPRES – Meski di bawah sengatan matahari yang terik hingga 31 derajat di Area Kompleks Panahan Kingmi Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (4/10), pemanah I Komang Gde Krishnanda yang turun di nomor compound perorangan sukses mencuri 1 perunggu. Pemanah yang karib disapa Mangde ini mengalahkan Fitriansyah dari Kalimantan Tengah dengan skor 141-137.

Saat di babak semifinal, Mangde sempat bertemu dengan pemanah Pelatnas, Deki Adika Hastian. Dalam babak tersebut Mangde sempat tertinggal 2 poin namun juga sempat menyamakan skor 144-144 sehingga dilakukan shoot off. Sayangnya Mangde kurang beruntung karena menembak poin 10, sedangkan Deki berhasil memanah tanda X. Namun di perebutan medali perunggu, Mangde yang menghadapi  Fitriansyah memang sejak awal sudah memimpin skor. Sekretaris Umum Pengprov Perpani Bali, Infithar Fajar Putra saat dikonfirmasi mengutarakan jika pemanah dari Badung itu sempat terkendala cuaca yang panas. Tapi, setelah mendapat motivasi serta dukungan dan motivasi, mangde bertanding tanpa beban dan mengalahkan kondisi cuaca tersebut.

“Ini merupakan kembalinya prestasi panahan di Bali setelah sebelumnya pada PON Jawa Barat 2016, tim panahan Bali tak membawa pulang satu medali pun. Kami akan terus melakukan generasi selanjutnya untuk bisa berprestasi seperti Mangde bahkan lebih pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara nantinya,” tutup Fajar Putra.

Sementara untuk medali emas di nomor ini diraih pemanah Yogi Pratama  dari Riau dengan skor 146 menyisihkan Deki Adika Hastian dari Jawa Barat yang mendapat skor 144.


JAYAPURA, BALI EXPRES – Meski di bawah sengatan matahari yang terik hingga 31 derajat di Area Kompleks Panahan Kingmi Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (4/10), pemanah I Komang Gde Krishnanda yang turun di nomor compound perorangan sukses mencuri 1 perunggu. Pemanah yang karib disapa Mangde ini mengalahkan Fitriansyah dari Kalimantan Tengah dengan skor 141-137.

Saat di babak semifinal, Mangde sempat bertemu dengan pemanah Pelatnas, Deki Adika Hastian. Dalam babak tersebut Mangde sempat tertinggal 2 poin namun juga sempat menyamakan skor 144-144 sehingga dilakukan shoot off. Sayangnya Mangde kurang beruntung karena menembak poin 10, sedangkan Deki berhasil memanah tanda X. Namun di perebutan medali perunggu, Mangde yang menghadapi  Fitriansyah memang sejak awal sudah memimpin skor. Sekretaris Umum Pengprov Perpani Bali, Infithar Fajar Putra saat dikonfirmasi mengutarakan jika pemanah dari Badung itu sempat terkendala cuaca yang panas. Tapi, setelah mendapat motivasi serta dukungan dan motivasi, mangde bertanding tanpa beban dan mengalahkan kondisi cuaca tersebut.

“Ini merupakan kembalinya prestasi panahan di Bali setelah sebelumnya pada PON Jawa Barat 2016, tim panahan Bali tak membawa pulang satu medali pun. Kami akan terus melakukan generasi selanjutnya untuk bisa berprestasi seperti Mangde bahkan lebih pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara nantinya,” tutup Fajar Putra.

Sementara untuk medali emas di nomor ini diraih pemanah Yogi Pratama  dari Riau dengan skor 146 menyisihkan Deki Adika Hastian dari Jawa Barat yang mendapat skor 144.


Most Read

Artikel Terbaru

/